Thursday, November 17, 2011

Dirawat Di RSGM-P? Siapa Takut!

Selama ini, masyarakat takut merawat diri di Rumah Sakit Pendidikan, terutama di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGM-P). Padahal menurut saya perawatan di RSGM-P sangat terjamin. Berikut ini akan saya jelaskan alasan-alasannya. Pertama akan saya jelaskan kekurangan perawatan di RSGM-P.

(pada tulisan ini, mahasiswa = dokter gigi muda yang sedang menjalani program profesi/internship, sedangkan dokter gigi = sudah menyelesaikan program profesi dan mendapat gelar drg).

1. Alasan terbesar kenapa masyarakat enggan dirawat di RSGM-P adalah takut dijadikan bahan percobaan atau ajang latihan bagi mahasiswa yang sedang internship. Alasan ini sangat dapat dimengerti karena memang ada kemungkinan seorang pasien menjadi pasien perdana bagi seorang mahasiswa. Menjadi pasien pertama yang dibur giginya,pasien pertama yang dibersihkan karang giginya, pertama kali mencabut gigi, dan lain sebagainya. Hal ini memang salah satu resiko yang harus dihadapi oleh pasien RSGM-P. Tapi nanti akan saya jelaskan mengapa hal ini tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan oleh masyarakat.

2. Masa perawatan di RSGM-P biasanya lebih lama daripada di dokter gigi pada umumnya. Misalnya membersihkan karang gigi, kalau di dokter gigi kurang lebih dalam 1 kali visit sudah selesai tapi di RSGM-P rata-rata membutuhkan waktu 2-3 kali visit. Begitu juga dengan perawatan lain seperti perawatan saluran akar, menambal gigi, membuat gigi tiruan, dan lain-lain biasanya membutuhkan berkali-kali visit. Hal ini sangat tidak praktis dan masyarakat kebanyakan merasa waktunya banyak terbuang. Akan tetapi jika dilihat dari sisi lain, poin ini malah akan menjadi poin plus dari perawatan di RSGM-P. Alasannya akan saya jelaskan berikutnya.

Sekarang mari kita lihat kelebihan yang didapatkan dari merawat diri di RSGM-P.

1. Karena RSGM-P adalah sebuat instansi yang digunakan untuk kepentingan pendidikan dan bertujuan untuk menghasilkan dokter gigi yang berkualitas terbaik, maka prosedur perawatan yang dijalankan bersifat idealis. Dimana setiap langkah perawatan yang dilakukan disesuaikan dengan teori dan Standard Operational Procedure (SOP) yang ada. Contohnya pada perawatan saluran akar. Mulai dari proses membuka saluran akar, menghitung panjang akar dengan foto rontgen (Diagnostic Wire Photo), sampai dengan pengisian saluran akar, benar-benar dilakukan sesuai dengan SOP yang ada di textbook kedokteran gigi. Sedangkan di dokter gigi, umumnya tidak melakukan sesuai dengan SOP, biasanya karena keterbatasan sarana. Misalnya karena tidak tersedianya alat foto rontgen di tempat praktek.

Atau pada perawatan pembersihan karang gigi, biasanya malah lebih bersih jika dibersihkan di RSGM-P daripada di dokter gigi swasta, karena biasanya dokter gigi menyesuaikan dengan keperluan pasien yang ingin menyelesaikan perawatan dalam 1 kali visit sehingga pembersihan karang gigi hanya pada bagian-bagian yang krusial saja. Sedangkan kalau di RSGM-P, mahasiswa harus benar-benar membersihkan karang gigi pada semua bagian karena menyesuaikan dengan SOP yang ada, sehingga untuk menyelesaikan perawatan memerlukan lebih dari 1 kali visit. Begitu pula dengan perawatan di bidang-bidang lain yang semuanya harus sesuai dengan idealis SOP. Inilah alasan mengapa perawatan di RSGM-P membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan dokter gigi swasta, bukan karena ketidakterampilan mahasiswa dalam melakukan perawatan, tapi karena tuntutan untuk mengerjakan perawatan benar-benar sesuai dengan SOP.

Pada poin ini saya tidak bermaksud menyatakan bahwa dokter gigi swasta tidak berkerja sesuai SOP. Tapi terkadang beberapa standar operasional yang tidak krusial tidak dikerjakan demi alasan kepraktisan pasien. Hal ini juga berhubungan erat dengan jam terbang seorang dokter gigi swasta yang jauh lebih banyak daripada mahasiswa sehingga seorang dokter gigi swasta dapat mempertimbangkan SOP yang mana yang dapat di-skip tanpa mengurangi keberhasilan perawatan yang dilakukan.

2. Sebelumnya saya menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir walaupun menjadi pasien perdana. Perawatan di RSGM-P FKG Unair relatif aman. Hal ini karena RSGM-P diback-up oleh dokter gigi - dokter gigi ahli terbaik sebagai dokter instruktur. Sebelum mengerjakan pasien, mahasiswa akan dites kompetensinya terlebih dahulu oleh dokter instruktur dan setelah lolos dari tes tersebut barulah mahasiswa diizinkan merawat pasien. Dan selama proses perawatannya pun mahasiswa akan terus diawasi dengan ketat oleh para dokter instruktur.

Contoh paling sederhana yaitu pada pencabutan gigi. Mahasiswa tidak boleh melakukan proses pencabutan apabila anestesi (obat bius) lokal tidak bekerja dengan baik dan pasien masih merasa sakit. Mahasiswa akan dikenakan sanksi berat jika membiarkan pasien kesakitan saat mencabut gigi. Begitu pula dengan perawatan di bidang lain, juga diawasi dengan ketat oleh dokter instruktur.

Dokter instruktur di RSGM-P FKG Unair adalah dokter gigi - dokter gigi ahli terbaik yang ada di Surabaya. RSGM-P FKG Unair seringkali menjadi rujukan dari dokter gigi swasta lain di Surabaya bahkan tidak jarang menerima rujukan dari luar kota Surabaya. Jadi apabila ada suatu kasus kompleks (misalnya tumor atau keganasan rongga mulut) dimana mahasiswa dinilai kompetensinya tidak mencukupi untuk menangani kasus tersebut, maka para dokter ahli inilah yang akan turun tangan menggantikan mahasiswa menangani kasus tersebut.

3. Alasan ketiga mengapa sebaiknya tidak perlu ragu merawat diri di RSGM-P adalah dari segi biaya perawatan. Jika dibandingkan dengan biaya perawatan di dokter gigi swasta, terlebih pada rumah sakit atau dokter gigi ternama, biaya perawatan di RSGM-P sangatlah murah. Karena biaya perawatan di RSGM-P benar-benar murni hanya sebagai biaya pengganti bahan perawatan, seperti bahan tambalan, bahan gigi tiruan, obat anestesi, dan lain sebagainya, sedangkan jasa dan tenaga mahasiswa tidak dikenakan biaya sama sekali.

Misalnya pada perawatan membersihkan karang gigi, di RSGM-P FKG Unair hanya dikenakan biaya sebesar Rp 15.000 (dengan alat manual) dan Rp 50.000 rupiah (dengan alat ultrasonic scaler) untuk rahang atas dan bawah sekaligus. Sedangkan pada dokter gigi swasta biaya pembersihan karang gigi bisa mencapai minimal Rp 200.000 per rahang. Kemudian biaya cabut gigi biasa, di RSGM-P FKG Unair biayanya hanya sebesar Rp 10.000 per gigi sedangkan di dokter gigi swasta bisa mencapai Rp 600.000 per gigi. Sama halnya dengan perawatan gigi yang lain, biaya yang harus dikeluarkan di dokter gigi swasta berkali-kali lipat lebih besar daripada perawatan di RSGM-P.


Begitu banyak kelebihan yang bisa didapatkan dari perawatan gigi di RSGM-P. Bagaimana? Apakah masih ragu untuk merawat kesehatan gigi dan mulut di RSGM-P?

6 comments:

Yo-Yo said...

halo mbak loli, saya tertarik untuk pasang behel di RSGM Unair, tapi kata teman2 saya, kalau pasang di RSGM Unair itu antrinya lama banget, bisa sampai berbulan2, bener g sih? kenapa? Thx =)

wildan kholidul Firdaus said...

G juga, saya sebulan udah dipanggil, tergantung hoki juga. Kalo ada dokter yg kosong y langsung cus

wildan kholidul Firdaus said...

G juga, saya sebulan udah dipanggil, tergantung hoki juga. Kalo ada dokter yg kosong y langsung cus

Unknown said...

Bisa kah pke bpjs??

Rheny Radhitaa said...

Bisa kah pke bpjs??

Siti Rosalina said...

Bagaimana y caranya?? Saya baru pertama kali mau cabut gigi di RSGM-P!! Mohon di jawab