Thursday, December 6, 2012

Women's Logic

I ... am speechless. There are a loaaaaaad of things I wanna write and complain about. Tapi biasanya aku kualat. So, my lips are sealed. Tapi aku kan anaknya gatel kan yah kalo lagi pingin ditulis di blog tapi ga ditulis hahaaa. So, whatever.

I was being (way) too emotional yesterday and yes, I regret a few things that I did. Tipikal nyesel gara-gara tindakan berdasarkan emosi belaka hahaa. In my defense, being emotional because of this is rather new to me. Well, it's not exactly new, but still.

So it actually surprised me, it still does, that turned out it means a big deal to me. It's a whole new perspective. It's women logic all over again. Now I am able to fully sympathize Inka. I will never criticize you ever ever again, Ka. Hahahahaa.

And there's this other thing. It's creeping me out when I found out that, ugh, never mind. You know, there are some things better left unsaid. Tinggal bisa ketok-ketok meja tiga kali dan lempar garam biar ga kualat dan malah aku yang kaya gitu nanti. Naudubillah.

Ohh!! One more thing. Sebagai penggemar berat karya-karyanya JK Rowling, aku merasa sangat amat kecolongan begitu tau ternyata The Tales of Beedle The Bard udah lama diterbitkan tapi aku baru tauuuuu!! Dan berburu yang versi bahasa inggris udah susah bangeeett. Cara terakhir yang aku tau mungkin harus mesen di Amazon, which is sebenernya ga mahal-mahal banget sih, tapi ongkos kirimnya yang mahal bangetttt!! Beberapa kali lipat harga bukunya sendiri huhuhu.

And now all I can do is miserably sta, ah naw. I can't trust this blog anymore so, wish me luck.

Saturday, December 1, 2012

Awesome Benedict Cumberbatch

"You want me to shake hands with you in hell? I shall not disappoint you."
Sherlock Holmes - Sherlock Series (season 3 episode 3)

Friday, November 30, 2012

Somebody That I Used To Know

He used to arouse my curiosity
He made me wanted to know every lil thing about him
He shooed away the nightmares I could've had
He soothed me so easily with only a few words
He would let me sleep in his arm
He's the reason why I want to gaze at the stars and the moon every night
He was my indian summer

Well, I wanna tell you that he is my father or something, but he's not. Ah, too bad right. I wrote those words not because of some pathetic sloppy corny reasons. I wrote them because I merely miss him, as a friend. Because he's a really good friend I used to have.

I wish I'll meet someone that'll make me feel the way he made me. Let's us all cross our fingers, then!

Sunday, October 14, 2012

October's Highlights

So it's October already. A few highlights so far.

1. I'm going to go to Jakarta again this Thursday because Della's royal engagement is coming in hot!! Hahahh. I'm pretty excited and nervous at the same time.

2. Considering the royal engagement then I glanced into my closet, the first thing that struck my mind was what every girl always thinks about when she takes a look into her closet: "Crap, I don't have anything to wear!!" (padahal lemarinya penuh macem-macem baju hahahahaa).
So my mom agreed to buy me a kebaya (kebayas, actually hihihii). Hooraaaaayyy! Tapiii setelah kebayanya dipaket ke kosan dan aku coba, jeng jeng jeng, sarung kebayanya ga muat aja doooong di akuuuu!! It's the worst nightmare. No no no. Bukan akunya yang kegendutaaan! Orang kan sarungnya dicoba si Della juga (she has this freaking gorgeous bikini body, you know, flat abs and really long legs) dan di Della ga muat juga kok!! Hahahh! See, aku ga gendut tauuk. Sarungnya aja kekecilan nihh. Nah sekarang tapi peer buat benerin sarungnya huhuuh.

3. Surabaya had a rain last Thursday. Finally hahahaa. Well, though it was a quick rain and actually it was more like drizzling than raining, but it was okay. Because Lord knows how much I missed the rain. It was only too bad the rain was coming with a blackout. Blackout is totally the worst thing you can have in the rain.

4. And I truly failed miserably reading that Midnight's Children. Well, mungkin karena tersugesti duluan yah, gara-gara baca review yang pada bilang bahwa Midnight's Children adalah bacaan berat. Dan memang bacaan yang berat sih, tapi aku pikir jauhhh lebih ga menarik The Catcher In The Rye. Tapi tetep akhirnya aku masi males baca Midnight's Children, lebih tertarik baca ulang Harry Potter dan Sherlock Holmes hihii.

5. Dan akhirnyaaa, setelah telat seminggu dari jadwal, I finally have the copy of J.K. Rowling's The Casual Vacancy in my hand!!

J.K. Rowling's The Casual Vacancy
That belongs to me
Oh goodbye, Salman Rushdie. See ya, well, next year I think. Hihihiii.

Sunday, September 30, 2012

Sherlock The Series

Aku baru nonton series Sherlock! And I looooove it!!

I am usually not a fan of this kind of series, you know, series yang ceritanya tentang pembunuhan gini, macem CSI atau Dexter. Dan walaupun udah beberapa kali denger tentang Sherlock, tapi aku masi ga tertarik nonton. Tapiiiii kemaren nonton di Dita dan ternyata baguuuuuuus! Langsung deh ngopi season 1-2 hihihi.

Nahh, aku udah kelar nonton yang season 1 and I can't help to notice some things.

Setting waktunya beda dengan yang di novel dan filmnya, kalo Sherlock series ini mengambil London jaman modern. Dr John Watson diceritakan baru pulang dari perang di Afganishtan, sama kaya di novelnya dan sedang mencari flat murah di London. Kemudian Watson diperkenalkan dengan Holmes yang sedang bekerja di labnya. Ini yang bikin aku langsung tertarik, karena ceritanya mirip dengan yang di novel.

Lalu beberapa tokoh yang crucial, yang selalu ada di novel, film, maupun seriesnya, misalnya Mrs.Hudson dan Inspector Lestrade. Lalu ada Sarah Sawyer yang setauku di novel ga pernah ada yang namanya Sarah Sawyer. Aku taunya istrinya Dr.Watson itu Mary Morstan. Tapi aku sukaaaaaaa bangett sama Sarah Sawyer disini! Cantik, baik hati, dan pemberani! Selain itu ada Mycroft Holmes, saudara laki-lakinya Sherlock Holmes. Aku udah suka banget sama Mycroft dari waktu pertama kali baca The Bruce Partington Plan. Dan aku sih lebih suka Mycroft yang di series yah daripada yang di film hihii.

Lalu musuh bebuyutannya Holmes, Professor James Moriarty juga muncul, tapi kalau di series namanya sedikit berubah jadi Jim Moriarty. Aku lebih suka Moriarty yang di series daripada yang di film, karena yang di series jauh lebih serem. He gave chills to me bone!

Terus ada Dr.John Watson, of course. Sama-sama satu-satunya orang yang dekat dengan Holmes. Sama-sama penulis dan menuliskan petualangannya bersama Holmes. Tapi kalo Dr.Watson versi Jude Law lebih muda dan ganteng, dan juga bisa memarahi Sherlock Holmes kalau terlalu lama mengurung diri di kamarnya. But Martin Freeman also make a hell of a Dr.Watson. Oh ya, kalo di film dan di novel, Holmes dan Dr.Watson saling memanggil surname, tapi kalau di series mereka memakai first name.

Dan yang paling oke, Sherlock Holmes-nya. I think Benedict Cumberbatch portrayed Sherlock Holmes really well. Karena aku pernah nonton yang versi film maka mau ga mau pasting ngebanding-bandingin yaahh hehe. Over all, baik Robert Downey Jr dan Benedict Cumberbatch sama-sama bisa menggambarkan Sherlock Holmes di buku yang a very good violist, eccentric, genius, but untidy, arrogant, narcissist, loner, and his lack of ability to build a relationship with another person. Kalo di Sherlock series, si Sherlock Holmes-nya sering bertindak seenaknya dan lebih ngeselin daripada yang di film maupun di novel, bahkan terhadap Mrs. Hudson. Sedangkan kalau di novel, Holmes diceritakan always acted like a gentleman when it came to deal with women.

Terus mereka juga digambarkan sama-sama punya kebiasaan buruk seperti latihan menembak di dinding rumah, senang melakukan percobaan-percobaan kimia di flat, dan stres jika tidak memiliki kasus untuk dipecahkan. Kalo di series, Holmes memakai nicotine patch untuk mengatasi ketergantungannya pada nikotin, sedangkan kalau di novel, selain sering menggunakan pipa rokok, Holmes digambarkan sebagai pengguna obat-obatan terutama kalo sedang sepi kasus.

Walaupun secara garis besar Sherlock Holmes versi Benedict Cumberbatch dan Robert Downey Jr mirip, tapi aku merasa there's something different between them. Kalau Sherlock Holmes versi Robert Downey Jr adalah versi bad boy-nya sedangkan Benedict Cumberbatch adalah versi yang lebih nerd dan dorky. Daaaaaaann dari awal Holmes muncul di episode pertama Study In Pink, I can't help thinking kalau si Sherlock-nya Benedict Cumberbatch ini mengingatkanku pada seseorang. Guess who? He reminds me of Sheldon Cooper yang di Big Bang Theory!! Hahahahahahaa. Sifatnya yang seenaknya, suka memerintah orang lain, sering ngeselin, ihh bener-bener mirip Sheldon dah hahaha.

Nah sekarang mau lanjut namatin season 2! Yay!!

Tuesday, September 25, 2012

My Super Sweet Friends!!

Okay so I was on the wallet hunting mission. Budget-nya juga udah tersedia. Yah sebenernya ini adalah duit buat beli kacamata yang akhirnya aku abuse buat beli dompet huahaahahahha maap mamaaahh! Tapi udah bilang mama cihh, dan dibolehin kok disalurkan buat beli dompet hehehh.

Tapiiiii dasar akunya anak yang rewel dan pemilih yaahh, dari kemaren-kemaren kaga dapet-dapet dompet yang aku mau. Because I think wallet is something that will stick with you for a pretty long time, jadi aku gamau salah beli dompet dan nyesel. Ini pilih-pilih dompet apa pilih-pilih pacar yaaaa.

Dan sebenernya pun syarat dompet yang aku pingin juga ga banyak kok, aku bukannya pingin dompet dari kulit buaya atau gimana gitu. All that I want is dompet yang ga kaya dompet ibu-ibu gitu. Udah that's it. Tapi ga nemu aja lho.

Ehhh tak diduga tak dinyana, tadi waktu nemenin Dulce ke rumah pasiennya, tiba-tiba dia nanya, "Nooon, aku punya sesuatu buat kamu lhoooooohh!" sambil nyengir. Aku bengong. Apa yah. Ahh, kayanya si serum rambutku yang ketinggalan di rumah Della kali nih. Terus Della ngeluarin bungkusan abu-abu dan nyuruh buka. Dan ternyata isinya dompet yang cakeeeeeeeppp bangetttt hihihihihii. Makaci Dulceeeeeee!!



Beberapa hari yang lalu si Dulce emang sempet ngeliat-liatin dompet, nanya-nanya pendapat gitu. Kirain mau beli dompet juga, ehh gataunya dibeliin buat akuuuu. Ihhhh cocwit banget yahh temen aku satu iniiiii hihii.

Terusan juga trackball blackberry sempet ngadat (setelah ketumpahan susu hahaha). Tadinya udah males banget mau ke WTC buat ganti trackball, tapi ternyata Dita mau nemenin ganti trackball hihihii. Padahal Surabaya lagi cerah dan panas bangetttt lhoo. Dan motor Dita sempet ga mau distarter. Tapi Dita bela-belain tetep nemeniiiiinn. Awwwwww cocwiiiitt. Terus jadinya sekalian mamam dan beli buah buat cemilan sehat dikosan.

Ahhh jadi inget dulu pernah sakit, mual-mual sampe muntah, dibawain obat sama Dita. Terus cacingan (yes, cacingan! hahahahaa) juga dibawain obat sama Dita. Terus waktu maag, alergi kumat juga Dita nganterin ke dokter. Awwwwww cocwiiitt. Della juga pernah deh nganter ke dokter. Inka juga pernah nganterin ke dokter. Dibeliin makan sama mereka juga seriiiing! Ahh macem-macem banget dehh, sampe ga inget. Ihhh temen-temen aku cocwit semua yaaaaaahhh.

Alhamdulilaaaaaaahhh banget-bangetan dikasi temen-temen yang jempolan!! Walaupun ada lah kita berantemnya, ga enakan, ga ngomong. That's normal, I guess. Malah aneh kalo temenan tapi ga pernah berantem. Menurutku salah satu tanda kita udah deket sama orang adalah kalo kita udah bisa berantem sama orang tersebut.

Hihihihihii alhamdulilah ya Allaahh :D

PS: Aku baru tau arti kata miapa dan ciyus hahahaha ketinggalan jaman deh.

PS 2: I miss rainy days! Ayo dong sesekali hujan gituu huhuuhuhuu.

Tuesday, September 18, 2012

Hitokiri Battosai

Baru aja ga sengaja liat link ini.


Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aku kan dulu suka banget sama Kenshin. Aku inget banget aku dulu sedih banget waktu dulu ada episode dimana Kenshin-nya mati (waktu bertarung sama Shishio apa ya, lupa deh), itu anak-anak cowok juga pada ngomongin. Eh besokannya hidup lagiiii hahahahah kaya sinetron ya. Lalu aku juga suka episode waktu Kenshin harus bikin pedang bermata terbalik yang baru karena pedang yang lama patah. Aaaaahh jadi kangen pingin nonton lagii. Terus sekarang dibikin live action-nya aja lhoo. Tapi gitu aku liat trailernya, hmmmm kok Kenshin-nya lebih cakep yang di animasinya yaaaah hahahahaha. Jadi ga pingin liat haha. Tapi pemeran Kaori-nya cantik kok, kawai ala cewek Jepang.

Oh ya terus yang jadi Sanosuke Sagara juga kurang ganteng, sayang sekali. And one more thing. Kalo dipikir-pikir Kenshin itu agak mirip Jason Bourne yah. Sama-sama pembunuh bayaran insaf hihihi.

Wednesday, September 12, 2012

Six In One

Okay. Random quick updates time.

1. Aku dulu, dulu banget, merasa aman-aman aja nulis apa aja di blog. I thought, elahh, siapa juga yang bakal baca. Lagian aku ngecurhat galaunya juga pake kode-kodean gitu hahah ABG banget dah. tapi ternyata ada aja lho beberapa orang, yang terlanjur tau alamat blogku, yang dengan iseng buka blog ini. Jarang banget sih orang yang tau dan kenal aku yang suka buka-buka blog ini. But still, I have to carefully filter everything I wanna write down on this blog, or even not write it at all for good measure.
So why don't I make this blog private, then? Or make an entirely new blog? No, can't do baby doll. I wanna interact with people. How could I possibly do that if I make this blog private? And I guess I'm just too attached to this blog. Kalo nyoba nulis di blog lain, jadi gabisa keketik gitu maunya aku nulis apa hahahh sugesti kayanya. Oh, well.

2. I read this a few days ago. And I can't help thinking that I don't entirely agree with her. I think that luck plays a part as big as hardwork does in life. Well, if it doesn't, then where do you think the utterance "life is not fair" came from? Luck (or maybe destiny, if you will) defines our life. From the very beginning.
Let me elaborate. Dari mulai kita lahir. Kapan kita lahir, dimana kita lahir, atau bagaimana keadaan kita saat lahir, semuanya berpengaruh besar. Kapan kita lahir itu akan sangat mempengaruhi lho. Perempuan yang dilahirkan sebelum era emansipasi wanita hidupnya akan lebih sengsara daripada wanita yang lahir pasca jaman emansipasi wanita. Orang yang lahir di jaman penjajahan hidupnya akan jauh berbeda dibanding orang yang hidup di jaman modern. Lalu, dimana kita lahir juga akan menentukan. Orang yang lahir di Iraq akan berbeda kehidupannya dengan orang yang lahir di New York. Orang yang lahir di tengah-tengah keluarga berkecukupan, kaya raya mungkin, akan punya hidup yang berbeda dengan orang yang lahir di keluarga miskin. Atau ada juga keluarga broken home, keluarga single parent, dan lain-lain. Dan yang ga kalah penting, bagaimana keadaan kita waktu lahir. Apakah dilahirkan sehat, cacat, membawa gen penyakit, gen kecerdasan, cantik, ganteng, biasa, atau mungkin ga cantik dan ga ganteng. Ini semua akan berpengaruh sangat besar kan.
Apalagi hidup di FKG yaa. Akan sangat terasa banget kalo hidup itu ga cuma ditentukan kerja keras belaka. Bisa aja mulai kliniknya bersamaan, dapet pasien bersamaan, kerjanya juga sama-sama keras, eh tapi lulusnya beda jauh. Bisa karena ternyata pasiennya ga kooperatif, akar giginya bengkok atau buntu, dapet dosen galak daaan macem-macem sebab lainnya.
I'm not saying that hardwork means nothing. Hardwork could change all those bad luck into something good. So maybe the point of all the mess above is that we must keep trying and working our ass off. Maybe. Well, I'm still 23. What do I know, rite?
Ampun, aku ngelantur nih. Jadi curhat malah hahhaaha.

3. Okay I know that I put Midnight's Children as the book I'm currently reading on Goodreads. And I am reading it. At least I'm trying to read it hahahah. It's not like the book is boring, but I'm just not in the mood. Bukunya so far sih menarik, tapi aku lagi pingin baca-baca yang ringan aja. Ringan disini maksudnya buku yang udah pernah aku baca, so I'd know what to expect and on what page the good parts are.

4. Aku masih belom pernah buka web gosip apapun semenjak skandal K.Stew kemaren. Ada yang bilang di premiere-nya Breaking Dawn Part 2 nanti Robert, Kristen, dan Taylor gaakan hadir. Ada yang bilang kalo akan tetep hadir. Ada yang bilang udah balikan, but I don't buy it. Well, the good side is I'm not really that sad anymore.

5. Hari ini aku tour de mall dehh. Berturut-turut Galaxy Mall - Tunjungan Plaza - Grand City. How could I possibly go into three different malls in one day? Well, leave it to Della. She's hunting shoes for her royal engagement and she dragged me with her hahahaha. It was fun, though.

6. Aku tadinya mau beli kacamata atau dompet. Atau dua-duanya hahah. Tapiiiii kemudian aku inget kalau buku barunya JK Rowling, The Casual Vacancy, akan terbit September ini! And it suddenly hit me how precious first editions can be! Aku aja kalo bisa, mau banget kok beli first edition-nya Harry Potter dari 1-7. Langsung lupa kalo mau beli dompet dan kacamata.
Tadi waktu di Grand City sekalian ngecek Gramedia buat pre order. Tapi mbak customer service-nya kurang bisa diandalkan jadinya ga jadi pre order. Nyampe kosan langsung browsing nyari tau bisa pre order dimana aja. Ternyata di Gramedia sebenernya bisa, tapi pre order buat yang versi hard cover harganya Rp345.900 aja doooong (harga normalnya Rp406.000). God, I've never been buy a book that expensive. Sementara di Amazon cuman $20,9. Ihh kan males mau mesen di Gramedia! Aku cek Periplus ternyata bisa pre order juga, tapi di website-nya ga mencantumkan harga. Ga hilang akal, aku telpon Inca yang lagi di GM, minta tolong tanyain ke Periplus. Ehh, ternyata di Periplus pre order hard cover-nya Rp300.000 saja, sodara-sodara! Langsung titip pre order ke Inca! Horeeeeeeeeeeeyyy! Ceneeeeng hihihihi.

Bisa-bisa Midnight's Children akan semakin ditinggal nih hahahah.

Thursday, September 6, 2012

The Bourne Legacy

Guess whaaat, aku baru dari nonton The Bourne Legacy!! Aaaaaaaaaaaaaakkk. Dari pagi waktu diklinik cerita kalo aku mau nonton The Bourne Legacy, orang-orang kompakan pada bilang, "Ih jelek itu, Non, filmnya. mending nonton yang lain aja." Gitu. Berhubung aku suka banget-bangetan sama trilogi  Bourne sebelomnya (favorit sih yang The Bourne Supremacy, of course hihi), dan aku juga gandrung banget sama si ganteng Jeremy Renner, ya maju tak gentar dong yahh. Teteplah berangkat nonton! Huh hahh!! Tapi dalem hati udah setting expectation low, biar ga kuciwa-kuciwa amat kalo ternyata emang beneran jelek filmnya. Yah, itung-itung cuci mata liat si ganteng hihii.

tweets.seraph.me

Film dimulai dengan tiga setting tempat yang berbeda. Pertama di markas CIA dimana para petingginya memutuskan untuk men-terminate program Outcome, kedua di Alaska dimana Aaron Cross (Jeremy Renner) sedang melakukan training sebagai kewajibannya menjadi anggota Outcome, ketiga di lab biokimia dimana Dr. Marta Shearing (Rachel Weisz) menjalankan penelitiannya.

Kurang lebih pada tiga puluh menit pertama film ini masih susah dimengerti. Mungkin akan ada banyak pertanyaan seperti siapa Jason Bourne, apa itu Treadstone atau Blackbriar, siapa Pamela Landy, ini ada apa kok orang-orang itu nyemilin pil biru-ijo, pil biru-ijo itu apaan sihh, dan macem-macem lainnya. Terutama buat orang yang belom pernah nonton trilogi Bourne sebelumnya, dijamin bingung. Aku aja yang udah lama ga nonton ulang, jadi agak lupa akhirannya Bourne Ultimatum dulu gimana.

Tapi begitu mulai dijelaskan apa sebenarnya pil biru-ijo tersebut, filmnya mulai bisa dinikmati. The Bourne Legacy menurutku masih sangat membawa ciri khas seperti trilogi sebelumnya, yaitu dimana agen pemerintah yang mengembangkan suatu program khusus yang diharapkan menjadi senjata baru, tapi malah program tersebut get out of control and force them to terminate it.

Aaron Cross, seperti Jason Bourne, merupakan anggota program rahasia CIA yang dianggap bahwa keberadaan mereka berbahaya dan akhirnya mereka malah diburu oleh CIA itu sendiri. Mereka sama-sama diburu dengan tracking devices masa kini milik CIA. Mereka juga sama-sama cerdik, jago dalam hand-to-hand combat (ahh, aku paling suka sama adegan perkelahian tangan kosong, kereeeen gilaaakk!), dan mampu meloloskan diri dari CIA biarpun dengan peralatan seadanya (kalo dibandingin sama James Bond). Kalau Jason itu versi cool-nya agen pembelot, mungkin Aaron ini versi badungnya yah hahaa.

Dinilai dari segi action-nya, The Bourne Legacy ini sih oke punyaaa! Banyak adegan berantem Jeremy Renner yang bak-buk-bak-buk hap hap hap ehh musuhnya udah pada tergeletak semua gituuu! Kereeen abiiss! Udah gitu doi ganteng banget kaaaann. Matanya biru gelap, badannya lean but not bulky, tangkas, cerdas, jago berantem. Aduuhh mamaaaaa, ga kuaaattt pokoknya! Ide ceritanya juga cukup menarik walaupun kalau menurutku harusnya ga perlu dibuat se-membingungkan itu di awal film.

Mungkin yang kurang cuma emosionalnya yah. Gaada adegan yang bikin trenyuh dan ikutan sedih. Apa? Ini kan film action bukan film drama? Eits, jangan salah. Film itu gaakan berarti kalau ga mampu memanipulasi emosi penonton. Kalo dibanding sama trilogi Bourne sebelumnya, terutama The Bourne Supremacy favoritku, sih masih kalah jauh yaa. Pas nonton The Bourne Supremacy aku bisa ikut terhanyut merasakan perasaannya Jason, his confusion and fear about his gory past, his anger and guilt because the murder of his girlfriend Marie, and also his great remorse for the people he killed. Itu sumpah mengena banget emosinya. Aku bahkan sempet nangis waktu nonton hahahah of course.

Tapi aku puas banget sama The Bourne Legacy!! Aku kasi bintang empat! Aaaaaaaaaa jadi kangen pingin nonton film Bourne sebelumnya nihh hihii.

Veronica Roth: Insurgent

Okay. So I've just finished reading Insurgent like an hour ago. I want to write a fresh review, you know, right after I finished reading the book. 

http://veronicarothbooks.blogspot.com/p/books.html

1. The Factions
Insurgent picked up exactly where Divergent left off. That's a little unusual than the book series I'd read. There's usually a time gap between the current book with its predecessor. And there's no recap about the previous story. So if you read Divergent the year before, then you're screwed hahahh.

I previously stated that I found the faction system is impossible. It's difficult to believe that there's even a chance for that kind of world to exist. You can't just divide the world's population into five categories and force people to fit into it. The faction system feels primitive to me. It might've been more believable if the time setting is in the past, you know, like when racism was still the ideology of the month.

Roth is obviously trying to rationalize and sell us the faction system but it's a really hard concept to sell. Believability is really important here because if you don't believe that the existence of this faction system is possible, then you'll be having a hard time to understand the story and sympathize with the character and the conflicts they're dealing with.

But maybe you'll get it over with and just swallow the story. Like I did, haha.

2. The Plot
If Divergent is felt more like Sky High, Insurgent is felt more like Mockingjay. I think. It mostly about Tris and Tobias traveled to another factions looking for allies, there's sometimes gun fights or some other war stuffs.

And Roth is also clearly trying to explore the depth of the relationship between Tris and Tobias. I don't know why but I don't think she succeeded because their relationship still doesn't rub off on me. I still feel plain. I don't see sparks flying when I read the romance part about them.

And the plot itself is confusing. It's intricate and there are lot of new characters you've gotta keep track and you're not sure which one to trust. And also there's this super top secret about what actually is there outside the fence. It's not the type of plot that would arouse your curiosity. It's the kind of plot that confuses you and makes you wanna scream," just tell me what the f is all that about!"

And the top secret Marcus's been holding from everyone all the time and he insisted on showing it rather than just telling it? Ugh I think the secret is kept that long just to make the readers keep on reading until the last page. And why would Marcus took all the trouble to show that secret when he could've just told it already?

3. The Super Secret
Okay I know this review is full of spoilers but this one I'm about to spill is kinda huge, so if you stumbled on this review but actually you still wanna read the book, maybe you should stop right here.

Oh. So you're staying. Have it your way, then. So the point of the faction system is somehow to purify the humanity because the world outside the fence is full of chaotic and destruction. I'm not really sure how that's gonna work. And when suddenly the acknowledgement rolled down I was like, "What the hell? You gotta be kidding me! Wait, really? Is that it?? God unbelievable!" Yeah. True story.

If someone asks me whether or not I'm gonna read the next book, well I'm gonna say yes. Because I've already come this far and I clearly have no choice but just to keep going! The third book will be released on the Fall 2013. Still there's much time the get over this disappointment!

Tuesday, September 4, 2012

The Days In Jakarta

Aku dari Jakarta lhooo yaaaayy!! Hahahahah.

1. The Departures
Jadi, hari Kamis malem berangkat dari rumah Della langsung ke Juanda, gitu nyampe langsung check-in, bayar airport tax dan dapet boarding pass. Ini dia, the very first boarding pass of my life hahahah!

The historic boarding pass
Berdasarkan jadwal sih boarding harusnya jam 21.55, tapiiiii ternyata delay aja dong dan baru boarding sekitar jam 11-an.

Waktu dipanggil dan diminta masuk pesawat, masih biasa aja, belom deg-degan. Sempet merhatiin layar sentuh di head rest seat dengan norak dan juga sempet salah masang seat belt tapi terus dibenerin Della hahahahh. Ini masi merasa excited dan ngobrol-ngobrol sama Della. Tapi itu semua berubah waktu pesawatnya mulai gerak.

Apalagi waktu pesawatnya mulai ngebut karena mau take off. Di kepala langsung terbayang episode demi episode Air Crash Investigation yang suka aku tonton di NatGeo. Disitu aku pernah denger kalau take off dan landing itu adalah saat-saat dimana pesawat paling rentan terhadap kecelakaan. Itu langsung rasanya kepikir ya Tuhaaaaaaan kenapa dulu Engkau biarkan aku nontonin Air Crash Investigation? Huhuhuhuhuuu. Jantung deg-degan dan langsung dalem hati baca doa.

Dan pesawatnya sedikit demi sedikit menjauh dari permukaan tanah. Ada sensasi kaya kalau naik elevator dan elevatornya turun, syuuuutt geli gitu diperut hihihii. Dan begitu pesawatnya udah terbang tinggi, jadi bisa liat kelap-kelip ribuan cahaya lampu-lampu dibawah, subhanallah baguuuuuuuusss banget! Langsung ilang semua deg-degannya!

Tapi gitu pesawatnya terbang lebih tinggi lagi, lampunya udah ga kelihatan huhuu. Tadinya aku mau nonton film aja selama perjalanan, tapi ternyata headset-nya kurang oke jadi suara filmnya ga kedengeran. Akhirnya nyerah, dan tiduuurrr hahahahaa.

2. The Days in Jakarta
Selama di Jakarta alhamdulilah menyenangkaaaan!! Berkat Della, Edgar, om-tante mama papa Della, dan juga bisa ketemu Inka dan Dita horeeeeeyy! Karena emang cuma tiga hari, jadi emang gabisa terlalu banyak kemana-mana.

Wisata kuliner cuman sempet nyicip nasi gore gila sama bakmi GM yang tenar itu. Dua-duanya enaakk! Terus cuma sempet main ke sebagian kecil mall di Jakarta, yaitu Plasa Senayan, Senayan City, sama Pondok Indah Mall. Dan berhubung mainnya barengan Della-Edgar, aku jadi diajakin nyoba duduk-duduk lucu, sempet nyoba di Union, Goods Diner, sama di Beer Garden. Nah, yang Goods Diner ini lucu. Jadi diatasnya Goods Diner (diatap gedungnya) ada tempat duduk-duduk lain, namanya Lucy In The Sky. Lucu yahh namanya, kaya judul lagu The Beatles deh. Sayang ga sempet liat-liat ke atas. Lain kali mungkin yaahh hehe.

Selain tour de mall, inti kegiatanku di Jakarta sih sebagian besar sebenernya ngintilin Della sama Edgar huahaahaha. Dan juga kondangan ke nikahan kakaknya Inca. Selain itu belom sempet kemana-mana lagii, kebentaran nih kayanya di Jakartanya.

Oh ya, kalau menurutku beda Jakarta sama Surabaya mungkin yang paling mencolok adalah lebar jalannya ahahaaha. Kalau di Jakarta, jalan rayanya bisa sampai beberapa ruas. Kalo di Surabaya kan palingan double way biasa doang. Dan aku juga belom sempet ngerasain macetnya Jakarta yang legendaris itu, yang katanya kalo udah macet, mobil bagaikan parkir rame-rame di tengah jalan, berenti total. Kemaren sih ga macet kok, paling pol cuman padat merayap doang. Kata orang-orang sih aku patut bersyukur ga ketemu macetnya Jakarta. Tapi kan aku kepingin taauuuu dan kepingin tidur di mobil yang lama (<-- orang yang hobi tidur di mobil hahahah).

Next time main ke Jakarta pinginnya bergaya turis. Aku pingin main ke tempat-tempat yang jadi icon Jakarta. Kaya misalnya orang yang pergi ke Prancis pasti pingin liat menara Eiffel atau Arc de Triomphe kaaan. Nah, kalo ke Jakarta aku juga mau lho main ke Monas, ke museum-museum yang tenar, ke Dufan, ke Taman Mini, nyobain TransJakarta, pokoknya melakukan kegiatan yang emang cuma ada di Jakarta. Eh, aku juga mau lhoo kalo ada yang ngajakin ke pasar buku Kwitang! Hahahahahaha.

Nanti deh kalau dikasi kesempatan lagi semoga bisa berpetualang di Jakarta tourist style!

3. The Adieu
Balik ke Jakarta Senin siang, kali ini naik Citilink berdua Dita dan ga delay, alhamdulilahh. Dan waktu mau boarding, dadah-dadahan sama Della, ehh tiba-tiba aku mewek aja dongs. I don't know why. Maybe because her engagement is really close now and I know I'm gonna miss her. Aku nyaris tiap hari bersama Della, hampir tiap malem bobo berdua, cediiihhhh tiba-tiba tidur sendirian lagiii. Ahh, apa mungkin akunya aja yang nangisan yahh hahahhahaa.

Karena naik penerbangan siang, jadi kali ini instead of liat lampu-lampu, aku jadi liat awan-awan gituuuuu. And I never know that clouds is much more beautiful if you're looking at it from above. Awan-awannya keliatan putih bangettt dan fluffy, cantiiiiiiik bangettt!

Dan landing-nya entah kenapa less grudukan daripada yang waktu naik Garuda. Yang kali ini landingnya lebih smooth. Nyampe Juanda, mampir AW dulu makan, mampir Amanda beli brownies, terus naik taxi pulang dehh.

Nyampe kosan dihadapkan dengan tumpukan baju kotor plus harus unpacking koper yang dari Jakarta. Aaaaaaaaaaa pura-pura ga liaaattt huahahahahahahah.

Monday, September 3, 2012

Divergent by Veronica Roth

Another reading mission is accomplished! Well, after I put aside my skeptical instinct. Sebenarnya udah selesai baca dari lama, tapi baru pingin nulis sekarang deh. Divergent by Veronica Roth.

http://divergentseries.net/

Here is why my skeptical instinct was on on mode when I was reading this book. The world is divided into five factions which each represents a virtue they must value. Abnegation (selfless), Candor (honesty), Amity (peace), Erudite (knowledge), and Dauntless (courage). And every member of the factions can't communicate or socialize with another faction's member. They're not even allowed to get too attached to their family if their own family comes from a different faction. Because their motto is Faction Before Blood. And the fact that Abnegation is only allowed to look at the mirror every three months. Or that Abnegation also discourage anything strictly for own-enjoyment. There are still a bunch of bullshits. And all those bullshits are ridiculous!

Tapi setelah bertahan baca sampe tengah, ternyata Divergent ini juga bercerita tentang pemberontakan terhadap sistem pemerintahan yang ga sehat ini. Yang membuat Divergent jadi mirip dan dibanding-bandingkan dengan The Hunger Games. Nah mari sekarang aku bandingkan hahaha.

1. Tema ceritanya mirip. Setting waktunya di masa depan dengan suatu sistem yang berbeda dengan kehidupan masa sekarang. Kalau di Divergent hampir semua tokohnya remaja. Hampir semua tokohnya masih teenager gitu. Padahal kan aneh kalau cuma ada remaja doang. Cuman orangtua Tris dan Four yang jelas-jelas orang dewasa di buku ini. Beda dengan The Hunger Games yang tokoh remajanya adalah tributes peserta Hunger Games itu sendiri. Hal ini membuat The Hunger Games terasa lebih real dibandingkan Divergent. Kalau Divergent itu mengingatkanku sama film Sky High, yang mana so high school.  Terus kalau The Hunger Games ada background story-nya bagaimana sejarah dimulainya Hunger Games itu. Sedangkan kalau Divergent kurang dijelaskan sejarah awal mula pembagian populasi berdasarkan factions itu tadi. Ini lagi-lagi membuat cerita Divergent terasa lemah.

2. Tokoh utamanya, Beatrice "Tris" Prior. Aku pribadi sih jauh lebih ngefans sama Katniss Everdeen yahh daripada sama Tris. Katniss ini bagaikan born to be a hero. Dia dari kecil berjuang menghidupi keluarganya. Katniss itu kuat, tegar dan penyayang. Kalau dibandingkan sama Katniss, Tris jadi terlihat seperti remaja galau masa kini gitu. Tris meninggalkan keluarganya untuk pindah ke faction yang dia inginkan. Tris (dan Dauntless lainnya) sering melakukan aksi-aksi yang membahayakan nyawa hanya untuk membuktikan kalau mereka memang pemberani. That is ridiculous. Because I agree with Four, there is a fine line between bravery and idiocy. Berani melakukan aksi-aksi berbahaya bukan berarti pemberani kan. Karena mengakui kelemahan dan kekurangan itu menurutku juga pemberani. Mengakui kesalahan dan minta maaf juga pemberani. And just like Four said, a brave man acknowledges the strength of others.
Sedangkan kalau Katniss, dia melakukan hal-hal berbahaya karena terpaksa untuk mempertahankan diri dan juga melindungi Peeta. Yah intinya menurutku sih si Tris ini masih ingusan banget lah kalau dibanding Katniss hihi.

3. The romance. Disini kan Tris jatuh hati sama Four, seorang initiation instructor. Yahh, kaya anak kelas satu SMA yang suka sama kakak kelasnya yang kapten basket gitu dehh. Nah, ini yang membuat hubungan Tris dan Four terasa lemah. Hubungan mereka berdua menurutku kurang banget dieksplor jadi terasa datar. Adegan romance-nya juga biasa aja, nothing special. Beda banget kalau dibanding sama Peeta dan Katniss yang bisa bikin orang berseru aawwwww. Gituuu hahaha. Aku aja tiap kali baca ulang trilogi The Hunger Games selalu suka baca bagian romance Peeta sama Katniss, itu aww moments banget dehh hihii.

Tiga hal itu aja sik yang mau aku bandingin. Yang lainnya males ahhh hahahahahaa. Yah intinya kalau menurutku baca Divergent itu bagaikan baca teenlit kalau dibandingkan dengan The Hunger Games. Nah sekarang lagi siap-siap baca lanjutan bukunya, yaitu Insurgent! Yeahhh.

Tuesday, August 28, 2012

The Catcher In The Rye

I finally finished reading The Catcher In The Rye!! God that book such a royal pain in the ass, hahaah!

Catcher In The Rye

Okay. I gotta admit that I didn't actually reading that book, to tell the truth I was more like skimming it (half skimming, half reading actually). What can I say? Ugh it bored me to death I couldn't stand to read its every line. Many reviews said that The Catcher In The Rye is about teenage rebellion. And naturally I was expecting some kind of adventurous gangster conflicts. Nuh-uh, not even close. I shouldn't have expected that.

The Catcher In The Rye mostly consists of Holden Caulfield internal chatter. Or his inane conversations with people he met. Holden Caulfield is a pessimistic, skeptical, cynical teenage boy, who always perceives the worst of everything surrounds him. The most unbearable part about this book is Holden's internal chatters when he complained and whined just about eeeeeverything. Which is like all the time. And which is almost the whole book. The one thing I like the most is Holden's sister, Phoebe.

And I was wondering, geez what's with all the fuss about this book?? Some say because it's a very inspiring book but maybe its popularity is partly because this book was read by some well-known murderers, like Mark Chapman. However, I don't really see why reading this book would urge you to kill someone but oh, what do I know.

Ah, nuff said about Holden. Now it's me time! I'm going to Jakarta this Thursday! Well, it's not like it's my first time going to the capital but it's going to be my first time flying on a plane! Hihihii I'm such a dorky girl from a small town. Wait! That's what I am! Hihihihi. That's okaay. There'll always be a first time for everything, riiite?

PS: I'm currently reading Divergent hihi.

Friday, August 17, 2012

The Hot You Know Who

Damn I couldn't make it to buber. Did I jinx it because I got too excited about it? Ugh whatever. I am pretty upset actually.

Anyway. I was watching Fox Movies and they're playing Maid In Manhattan. And then the lead character showed up and I was like, "dayyum this guy's hot! Wait a sec, I know this guy! I've seen him before in some other movie which I couldn't remember what". Sooooo, I consulted my good friend google (ah, I do that a lot, you know, googling).

My jaw literally dropped when I found out who he was. He's Ralph Fiennes! The Lord Voldemort!! Oh my God! Tom Riddle really is freaking handsome, hahahh! I can't believe I didn't recognize him right away. Silly me!

PS: Still struggling to finish The Catcher In The Rye. Gosh I really think this book is boring. What's with all the fuss about this book?? Pfft.

Wednesday, August 15, 2012

My Haruki Murakami 2nd Encounter: Norwegian Wood

I was starting to read The Catcher In The Rye when I suddenly didn't feel like it. It's maybe the font, I don't know, the first few lines just wasn't appealing to me. So, out of nowhere I decided to change tack and read Haruki Murakami's Norwegian Wood instead. I wasn't sure if it's a good idea because I really had it enough with twisted endings, but I took the risk and read it anyway.

http://www.exorcising-ghosts.co.uk/norwegianwood.html
To my surprise, I quite enjoyed it. I obiviously like it much more than The Wind-Up Bird Chronicle. I'm not sure if it's the book or it's me getting used to Murakami's style. The story is not as bizzare as The Wind-Up Bird Chronicle though the issue Norwegian Wood brings is a lot more gloomy. The story is rooted to suicidal. Uggh that's clearly not my most favorite topic in the whole world. As much as I never like sad-grim-gloomy-depressing story, it fascinated me so much I couldn't help but to keep turning the pages until the very last one.

How come a happy-ending-fairytales number one fan like me ended up liking such story? Well, maybe because its love story. Or maybe Murakami is really starting to get to me. Either way, it doesn't matter.

I like Toru Watanabe, I like his quite-stolid self, the way he talks, his point of view. But I don't like the troubled-depresssing-complicated Naoko. For the love of God, she's just so complex. On the contrary, I really like the blunt and lively Midori Kobayashi. She's like a gulp of fresh air, a cheering spark in this very grim story. I even laughed a few times reading her conversations with Toru. And trust me, laughing while reading Murakami's book is a rarity.

I was beginning to really like this book but then I reminded myself that this is Murakami after all. I have to prepare myself for the most twisted-puzzling ending. And it was the right decision. Ah, it's really too bad because it could've been a really beautiful story if only it ended a lil differently.

Anyway, Norwegian Wood did mention about The Catcher In The Rye once, so my interest in reading that book is somehow coming back. You just wait for me, Holden Caulfield!

Monday, August 13, 2012

I Should've Been Packing

Beberes kamar apa packing apa mandi apa nyemil? Lah ini malah ngeblog yaa hihi. Ngelist dulu deh.

1. Aku udah lewat ujian profesi Oral Medicine. Satu-satunya departemen yang rangkaian ujiannya menghabiskan waktu satu bulan. Seminggu jaga kamar terima, seminggu post test, seminggu ujian profesi tulis, seminggu ujian porfesi lisan. Mabok mabok dah tuh. Usahanya udah, tinggal doanya dibanyakin nihh huhu.

2. Aku akhirnya udah nonton The Dark Night Rises. Nontonnya udah dari minggu lalu kali yahh, lupa. Tapi males ngebahas di blog. Filmnya overall baguuuss. Tapi mungkin karena aku ga segera nonton atau emang aku expect too much sama film ini, jatohnya malah pas nonton aku jadi ga terlalu excited. Well, yang penting endingnya bahagia, alhamdulilaahh hahahaa. I don't need another twisted ending, thank goodness.

3. Besok insya Allah mudiiik! Wihuuuuuuuu syeneeng ihihihi. Dan aku kepingin dateng di buber di Jember. I miss my friends just too much! But I better be not get myself too excited. Too excited sama dengan high expectation sama dengan the risk of disappointment increased. Kan sedih kalo ternyata nanti aku tiba-tiba gabisa dateng huhuhuhu.

4. Daaaaan aku beli kaftan Syahrini lhoooh, warna putih, buat lebaran ahahahhahaa. Yahh tujuannya biar anggun gitu deh, mirip Syahrini. Gitu aku cobain, terus ngaca, ebuset, bukannya mirip Syahrini aku malah jadi mirip hantuuuuuu! Baju terusan putih, melambai gitu kan. Aku sampe takut sama bayanganku sendiri dikaca, apalagi kalo rambutku diurai aaaaaaaa seyeeemm.

5. Aku udah dapet Divergent - nya Veronica Roth dan The Catcher In The Rye buat my next reading mission. Sebenernya kalo The Cather In The Rye udah punya dari lama, tapi males baca karena kan keluaran tahun 1950-an, takut bahasa Inggrisnya susaaahh. Kan bahasa Inggrisku pas-pasan banget nih. Masih maju mundur mau mulai baca, masi lebih memilih baca ulang trilogi Fifty Shades hahahh.

6. Nahh, ada yang ngatain Fifty Shades itu thrash. Well, emang sihh ga bagus ceritanya. Membosankan malah. Aku suka baca ulang cuma karena mirip banget bangetan sama Twilight Saga. Aku suka cepet bosen kalo baca buku atau nonton film yang pure drama.

Daaammn, udah jam berapa iniii. Yah yaudah deh mandi dehhh huhuhuhuhu

Sunday, August 5, 2012

Manado And Makassar

Aku dan Della, lagi sama-sama ga puasa, lagi makan delivery McD.

D: Edgie udah berangkat ke Manado nih, Non. Manado tuh mananya Makassar sih?
A: *sambil ngunyah* Hemmm, Makassar tuh Ujung Pandang kan yah.
D: Terus Manado? Manado?
A: Manado tuh Sumatra apa Kalimantan yah, Del?
D: ... Non, itu di Sulawesiii!!

Hahahhahhahahaha maap yah deell, geografi aku minim banget nih hihii :D

Tuesday, July 31, 2012

Hormones To Blame

Geez, I was such a melodramatic queen in my last post hahahh. Well, blame the pre menstrual syndrome hormones hahahaa!

I'm in a better mood now. I am not saying that I eventually get over that bloody scandal. Yet. Like I said, it changes the way I feel about them.

For example, I was all excited and planning to make a custom made t-shirt for Breaking Dawn part II. You know, t-shirt yang ada gambar muka yayang Robert gitu dehh haha tapi ga deng, tulisan doang deh. Soalnya kalo foto muka nanti gaada yang mau nemenin aku nonton kalo aku pake kaus kaya begitu hihihii. But now I'm not sure if I wanna watch the movie at all.

And I usually check on E!News and PopSugar all the time but now I don't. And I have to hide my New Moon and Eclipse movie guide because I can't even look at them in the eyes.

I don't wanna judge miss KS but you know what? People always judge. So do I. But I'm not gonna say anything about her. What do I know? I've never been in her expensive shoe.

But yes I have a few words for Robert. Robert baby, you know if you need a shoulder to cry on, mine is all yours.

Monday, July 30, 2012

When I'm No Longer A Twihard

I know maybe most people would think this is silly, stupid even, but I'm reaaaaally sad over the Robsten scandal. Broken hearted. Miserable. Devastated.

When I love something, I'd love it whole-heartedly. And when those things I love don't go the way I want them to be, I'll be (overreactingly) sad. Like when the movies/series I love don't end happily (I once got a really bad mood, feeling miserable almost the whole week when Sirius Black died). Or when the team I support lost in a match. Silly things like that.

I don't expect people to understand. And if you don't understand how I feel, the best you can do is shut the f up.

Thursday, July 26, 2012

Changes How I Feel

"Maybe he's lying," Harry said, opening his eyes again. "Griphook. Maybe Gryffindor didn't take the sword. How do we know the goblin version of history's right?" "Does it make a difference?" asked Hermione. "Changes how I feel about it," said Harry.

J.K Rowling (Harry Potter and The Deathly Hallows - Chapter 25)

Tuesday, July 17, 2012

Robsten's Aww Moments

People have decided how they are going to perceive her. No matter how many times she smiles, they’ll put in the one picture where she’s not smiling.” - Robert Pattinson (on the public's reception of Kristen interview in Vanity Fair's July 2012 issue)
Copied from http://pattinson-mcguinness.tumblr.com/

Monday, July 16, 2012

Robert Pattinson To The Rescue

Moodku lagi ga bagus, jadi aku mau ngoceh. You know, just cut myself some slack.

1. Udah selesai baca trilogi Fifty Shades of Grey. Bahkan udah re-reading hahah. Ceritanya pure drama. Ga kebayang kalo nanti adaptasi filmnya akan jadi tiga film juga. Film yang sekuelnya gitu kan biasanya film action.

Daaann Fifty Shades of Grey is such a bad influence! Di situ tuh banyak banget terlontar swearing words, dan paling sering adalah buck (hurufnya b-nya silakan diganti f hahah). Nahh, kan aku jadi ketularan! Tiap kali ada aku ga sengaja kejeduk, ada barang yang ketinggalan, ada kejadian yang ngeselin, refleksku langsung ngomong: buck! Gituuu ihhh salahin Christian Grey! Walaupun somehow Christian Grey bisa membuat buck menjadi suatu kata yang hot dan sexy. Oh, well.

2. Dulu setelah aku tamat The Hunger Games, aku sempet baca novel dystopian yang direkomendasikan buat penggemar The Hunger Games, yaitu Divergent karangan Veronica Roth. Ini biar dikata reviewnya bagus-bagus (aku belom nemu yang bilang Divergent jelek), tapi aku bilang Divergent itu dead boring lhoooo hahahaa. Aku bahkan ga sanggup baca sampe abis saking bosennya. Biasanya sebosen-bosennya aku sama suatu buku, paling ga biasanya akan aku skimming biar tau endingnya gimana. Tapi ini aku bahkan mau nge-skimming pun ga tertarik hahahh.

Bukan karena tanpa alasan yah aku bosen. Ini karena menurutku ceritanya ga masuk akal. Menurutku ga mungkin dunia itu akan dibagi populasinya berdasarkan sifat individunya. Masa iya, orang-orang pemberani dan nekat dikumpulkan jadi satu dan tinggal bareng, orang penyabar dan pengalah jadi satu juga, orang cerdas dan logis juga gitu. That kind of system is not going to work. It doesn't make any sense. Dari ide ceritanya aja udah bikin keningku berlipat. Dan dari situ mind set ku langsung skeptis sama jalan ceritanya dan ternyata alurnya menurutku lambat dan ga menarik, akhirnya aku boseeeenn dan berhenti baca hahahh.

Ini reaksi yang sama waktu aku nonton film In Time, dimana people stop aging at the age 25 and living time is the currency. Katanya untuk mengatasi ledakan populasi. Well, that kind of system is not healthy. Bukan cuman ga sehat, tapi sakit. Ga mungkin sistem kaya gitu direalisasikan di kehidupan nyata. I can't put it into words but it just doesn't make any sense.

Menurutku, cerita distopian/science fiction yang masuk akal itu misalnya The Matrix (which is by the way awesome) atau Terminator (this one is epic) atau Avatar (well, mind blowing) misalnya. Itu baru masuk akal. Memang sihh, dulu aku juga sama skeptisnya sama The Hunger Games (di awal buku kan rakyat dibelenggu tirani dan ga ada yang ngelawan, which is ga masuk akal, karena menurutku suatu tirani pasti suatu saat akan jatuh. Ga mungkin ga. Tapi kan ternyata malah inti cerita The Hunger Games adalah jatuhnya tirani tersebut kan).

Berhubung reviewnya orang-orang bilang bagus semua, bagus banget malah katanya, well, I might give Divergent another try. But not anytime soon karena mau ada ujian profesi Oral Medicine ugghh.

3. Weekend ini The Dark Night Rises udah mulai diplay lhoo hihii. Semoga bisa nonton deh yahh. Aku suka banget sama film-filmnya Christopher Nolan (aku baru nonton Batman Begins, The Dark Knight, Inception, dan Memento). Semua filmnya yang aku tonton menurutku gilak oke bangettt. Sakit emang si Chris Nolan ini keren banget kalo bikin film ihh!! Ini mau ga mau udah high expectation yahh semoga ga kecewa huhuuh.

4.  And my day's hightlight
Taken from Getty Images by Michael Buckner

Swoon..

Sunday, July 8, 2012

Fifty Shades of Grey

I stated before that I missed Robert Pattinson. Well, still do! Hahaa silly. It all started since I read Fifty Shades of Grey. I knew nothing about the book before. Dan so far gaada yang merekomendasikan buat baca. Tapi aku bolak-balik liat Fifty Shades of Grey disebut-sebut di PopSugar, dan karena aku juga udah selesai baca The Night Circus, jadi baiklahhh mari kita baca.

1. It turned out I really like the book, since the very first page! Tokoh-tokohnya dan ceritanya sangat mengingatkanku sama Twilight Saga! Christian Grey and Anastasia Steele resemble Edward Cullen and Bella Swan sooo muchh! But maybe a lot more intense at some points, ahem. Tadinya aku malah berencana bikin tabel kemiripan antara Fifty Shades of Grey dan Twilght Saga. Tapi, setelah aku tamat baca buku pertama (ini trilogi gitu bukunya), aku langsung google for more informations (aku gamau google sebelom selesai baca karena takut ga sengaja baca spoiler), it turned out ternyata Fifty Shades of Grey is based on Twilight Saga. It even initially started out as fan fiction of The Twilight Saga. Pantesaaan mirip abis sama Twilight yaaa dan pantesaaan aku sukaa hahahahahahaha.

Fifty Shades of Grey
Tapi entah kenapa, aku agak sedikiiiiiit kecewa begitu tau kalo Fifty Shades of Grey ternyata emang terinspirasi dari Twilight. Yah tapi tetep aja aku semangat bacanya. Malah gabisa berenti baca sampe hampir jam tiga pagi. Itu aja terpaksa berhenti baca dan tidur karena besokannya ada ujian Radiologi. The last books that successfully kept me up all night reading are The Hunger Games trilogy. Yah walaupun ada sebagian dari Fifty Shades of Grey that I'd rather skim it than read it. You know, the explicit part. Ugh.

Sekarang lagi jalan baca buku keduanya nih, tapi aku mulai agak bosan karena jalan ceritanya mulai monoton menurutku. Semoga ga mengecewakan yaah sampe akhir buku ketiga karena aku terlanjur berharap banyak sama buku ini huhuu.

Dan akan segera dibuat versi film dari buku ini. Sebenernya aku merasa Robert Pattinson dan Kristen Stewart akan sangat amat cocok jadi Christian Grey dan Anastasia Steele. Tapi kok membayangkan Robert jadi Christian Grey and imagine him visualizing those explicit scenes, well, I don't think I'm gonna like it. And thank God, the author of the books E.L James recently stated there will be no Robert Pattinson and Kristen Stewart. Alhamdulilahh! Sedang banyak rumor siapa yang akan jadi Christian Grey dan Anastasia Steele. Mungkin aku akan mendukung Ian Somerhalder kali yah. Sedangkan untuk Anastasia Steele aku ga kepikir siapa yang cocok.

2. Nah tapi kan aku jadi terlanjur kangen kan yahh sama Robert Pattinson. Akhirnya aku memutuskan untuk nonton film-filmnya Robert selain yang Twilight. Aku dari dulu enggan nonton Robert diluar Twilight karenaaaaa... aku ga rela ngeliat Robert sama wanita lain hahahaha konyol yaaahh. Ngeliat Robert di film lain itu perasaannya sama kaya kalo liat Fernando Torres pindah klub ke Chelsea. Sakit hati. Hahaaha.

Aku nonton yang Bel Ami dan Remember Me. Maunya nonton yang Waters of Elephant juga, tapi ga dapet. Dan ternyata nonton Robert di film lain is not as bad as I thought it would be. Dua hal yang aku sadar begitu nonton Robert di film lain. Pertama, aktingnya Robert masih belom begitu bagus yaaa ternyataaaa haahaha. Kedua, udah ga bisa dipungkiri kalo Robert emang ganteng bangeeeeettt! Excruciatingly breathtakingly handsome! *lap iler* His voice is like the softest velvet.

Dan karena malem minggu kali ini nganggur, huhu, I spent the night searching every video of Robert I can find in the internet hahaa. Aku udah tau sihh, kalo sebenernya mukanya Robert itu kalo lagi off screen keliatan tengil banget gituu! Coba kalo doi ga pernah jadi Edward Cullen yang ekspresinya bisa caressing gitu, mungkin aku akan ga suka sama Robert hihii.

Tapi setelah ngeliat macem-macem video, aku jadi ngerasa kasian. Bayangin kemana-mana diikutin paparazzi! Ke bandara, jalan ke minimarket, ke butik, nonton konser, semuaaaaanya diiringi kilatan blitz. Aku mau ikutan kesel ke paparazzi, tapi nanti jadi gabisa liat foto dan kabar terbarunya Robert. Dilema huhu.

Ah, gotta go now.

Saturday, July 7, 2012

The Night Circus feat The Amazing Spiderman

Whoaa there's so much I'd like to write. Okayy.. slow down. Paling pertama tentang buku yang baru aku tamatin baca setelah The Wind-Up Bird Chronicle, yaituuuu The Night Circus karangan Erin Morgenstern.

1. The Night Circus

The Night Circus (goodreads)


Cover-nya baguuuss dan reviewnya juga bagus jadi aku tertarik baca. Kesan pertama baca halaman-halaman awal buku ini adalah flavor-nya mirip waktu aku baca Stardust karangan Neil Gaiman. Mungkin sedikit mirip Harry Potter, tapi menurutku lebih mirip Stardust sihh.

Ceritanya tentang magicians, the wonders inside an odd circus that opens only when the sun is down, and a mysterious challenge. Deskripsi tentang sirkusnya bagus dan detail banget, seolah-olah bisa benar-benar menghirup wangi apel karamel yang dijual di Le Cirque des RĂªves.

Karena banyak yang bilang bagus, otomatis ekspektasiku jadi tinggi dong. Ceritanya sebenarnya oke dan menarik, tapi sayangnya lambat dan kurang berkembang. Malah menurutku ceritanya gaada klimaks-nya. Seperti misalnya Harry Potter, yang di bab-bab akhir pasti bagian paling tegang dan seru. Alurnya yang maju-mundur juga agak membuat bingung, jadi harus diperhatikan sekarang lagi baca cerita yang tahun berapa. Lalu tidak ada tokoh antagonis di The Night Circus. Padahal yang bikin suatu cerita jadi seru kalau ada tokoh jahat kan yahh.

Kalau mau baca buku ini, you better put your expectation low. Bagus kok ceritanya, apalagi kalau baca The Night Circus setelah baca The Wind-Up Bird Chronicle, wihhh langsung terasa segar di otak hahahahaa. Tapi emang beda level sih kalau dibandingkan sama Harry Potter yang epic!

Dan ada berita katanya The Night Circus akan dibuat versi filmnya! Well, we'll see about that :D

2. Yang kedua, aku tadi baru nonton The Amazing Spiderman!!

The Amazing Spiderman
 Well, awalnya aku ga gitu tertarik nonton The Amazing Spiderman karena pemain utama (Tobey Maguire dan Kirsten Dunst) dan sutradanya (Sam Raimi) diganti semua. Spiderman itu salah satu superhero favoritku, terutama pas di Spiderman 2, itu aku sukaaaaaa bangetttt!! Makanya aku kurang tertarik nonton The Amazing Spiderman, karena takut filmnya ternyata jelek. Apalagi semenjak denger kalo Peter Parker akan diperankan sama Andrew Garfield yang mana aku engga suka haha. Aku ga suka karena menurutku mukanya si Andrew Garfield ini tengil banget, jadinya aku skeptis dia bisa memerankan Peter Parker yang cutey nerd itu.

Tapiiii berhubung orang-orang dimana-mana pada ngomongin The Amazing Spiderman kan aku jadi merasa ga gaul gitu kalo ga nonton hahahahaa. Akhirnya yawess nonton.

Dan ternyata aku tidak dikecewakan karena filmnya baguuss! Ceritanya dibuat an entirely different story dari trilogi Spiderman sebelumnya, jadi ceritanya bukan lanjutan dari trilogi sebelumnya itu. Disini Peter Parker masih SMA dan ceweknya bukan the red head Mary-Jane Watson tapi the blonde Gwen Stacy. Karena Peter-nya masih SMA, Spiderman disini terlihat lebih kekanakan. Banyak scene Spiderman beraksi sambil pake tas ransel karena lagi pulang sekolah hahahaa lucu bangettt.

Diluar dugaan ternyata Andrew Garfield dimataku cocok jadi Peter Parker, disini mukanya ga tengil ngeselin gitu hihi. Di Twitter, banyak cewek yang tiba-tiba ngefans sama Andrew Garfield gara-gara abis nonton The Amazing Spiderman. Aku? He's cute, alright. But not in the hot-sexy way.  Jadi aku biasa aja sama doi hihii.

Di The Amazing Spiderman, jokes-nya dapet, action-nya dapet, special effects-nya dapet banget. Kalau emotional conflict-nya aku bilang bagus sih, tapiiii masih kalah kalo dibanding Spiderman dan Spiderman 2 (Spiderman 3 menurutku ga gitu bagus), yang dimana misalnya di Spiderman, bisa membuatku bisa merasakan rasa bersalahnya Peter karena tanpa sengaja membuat Uncle Ben terbunuh. Adegan favoritku di Spiderman 2 yaitu waktu Spiderman menyelamatkan penumpang on a speeding train sekuat tenaga dan adegan runaway bride-nya Mary-Jane.

Ada beberapa hal yang mengusikku di The Amazing Spiderman. Pertama, kenapa out of the blue, the good man Curtis Connor jadi jahat? Masa cuma gara-gara serumnya doang. Harusnya menurutku (gile sotoy abis ya akuuu hihihihii) ada background story-nya dulu kenapa dia jadi jahat, jangan cuma gara-gara serum. Terus, aku heran deh, kenapa Peter memilih membuka identitasnya sebagai Spiderman ke Gwen, padahal menurutku (yak, sotoy lagi) orang yang paling berhak lebih dulu tau adalah Aunt May! Dan yang terakhir, what the hell happened to Peter's father?? Sampe akhir film tetep ga paham deh aku ayah dan ibunya Peter kemana.

Yah itu aja sik yang ngeganjel di The Amazing Spiderman. Aspek lainnya memuaskan! Boleh lah kasih bintang empat hihihiii.

Ah, sebenernya masi pingin nulis tentang buku yang sedang aku baca (I like this book very much!), tapi aku belom selesai baca, nanti deh kalau udah tamat aja. Terus aku juga mau cerita that somehow I'm missing Robert Pattinson. I knoooww, ga waras emang, kangen kok sama selebritis hahahh. Well, we'll get to that later. Daaan tentang kesukaanku terhadap film India hahahahaa.

But since I really need a good solid eight hours beauty sleep, I better hit the sack now!

Thursday, June 28, 2012

Somebody That I Used To Know



I was going to put on the original version from Gotye but then I found this one!

Wednesday, June 27, 2012

Review: The Wind-Up Bird Chronicle

Aku akhirnya selesai juga baca buku iniii: The Wind-Up Bird Chronicle karangan Haruki Murakami.

The Wind-Up Bird Chronicle


Aku pertama kali kepingin baca buku ini gara-gara rekomendasi dari orang yang booklist-nya oke punya dan katanya buku ini bagus banget. Aku langsung tertarik dong ya. Waktu liat nama pengarangnya, Haruki Murakami, entah kenapa aku mengira beliau ini orang Indonesia lho. Dan kepikir, "Wah, orang Indonesia nulis buku bahasa Inggris." Tapi begitu mulai baca, liat nama tokoh-tokohnya, nama setting tempatnya, ealahhh, orang Jepang toh hahahaa.

To be honest, this is the most (I can't find any other word to describe it) bizzare story I've ever read. Kalau disuruh bikin sinopsis ceritanya, aku ga akan bisa saking bingungnya. Kalau ditanyain bizzare gimana, aku juga ga akan bisa menjelaskan. Harus baca sendiri deh biar nangkep bizzare-nya dimananya. Misalnya nih, aku pikir ohh drama yah. Agak tengah, eh horor ya ini?? Ke tengah lagi, lho kok ada sejarah perang di Jepang yaa. Dan banyak sekali moments where I was like, "...... oh-kaayy". Atau, "Ini apa maksudnya yaaa..", atau juga "What the..??". Daaan, kalau disuruh menentukan genre cerita buku ini apa, aku pasti langsung garuk-garuk kepala. Bingung.

Aku juga sering kali mimpi buruk setelah baca bab-bab yang ada horornya itu. Horornya lebih serem dari pembunuhan di Sherlock Holmes (yang biasanya aku mimpi buruk abis baca Sherlock Holmes, hihi cupu). Tapi ini mimpi buruknya much worse daripada waktu baca Sherlock Holmes deh. Sampe kadang-kadang aku ga berani baca kalau lagi dikamar sendirian.

Yang membuatku bertahan baca sampai habis adalah aku penasaran banget-banget sama the ending of this very bizzare story. Apa maksud dari semua kejadian-kejadian ganjil didalam buku tersebut. Begitu selesai baca, aku langsung haaaaaaaaaaahhhh lega bangettt! Akhirnya terlepas juga dari buku iniiii hahahahaa. Eh tapi, setelah aku udah tau ending-nya gimana, entah kenapa aku pingin baca ulang lho. Yahh nanti deh kalo ada waktu lagi aku mau baca ulang ahh.

Mungkin emang selera sastraku juga masi level cerita bergambar kali yahh, jadinya otakku ga sanggup baca bacaan yang terlampau filosofis begini hihii. Dan sekarang aku lagi baca buku lain yang menarik! Ga sabar mau nyelesain baca :D

Thursday, June 7, 2012

Why Holmes Fascinates Me

"We must fall back upon the old axiom that when other contingencies fail, whatever remains, however improbable, must be the truth."
Sir Arthur Conan Doyle (Sherlock Holmes - The Adventure of The Bruce-Partington Plans)

Monday, June 4, 2012

Here And There

Aku dari dulu lebih suka ngemil minuman daripada makanan. Jadi kalo ke supermarket, aku akan lebih memilih beli-beli susu, teh kotak, yogurt, sama jus daripada beli chiki-chiki gitu. Nah, sekarang ini aku lagi ngidam tiga buah minuman, dan aku udah nyariin dari warung depan kosan, indomaret, supermarket, hypermart, Ranch Market, dan kemana-mana, tapi ga nemu lho. Minuman itu adalah susu Bear Brand rasa white malt, susu Indomilk rasa vanila, dan Jungle Juice rasa stroberi. Dulu aku ga pernah suka susu rasa vanila lho. Tapi berkat Bear Brand rasa white malt dan Indomilk vanila aku jadi sukaaaaaaa!! Itu susu vanila paling enak sedunia! Tapi sekarang lagi susah nemunya huhuhuu beli dimana yahhh.

Terus kemaren abis nonton Mirror Mirror, film Snow White versi Julia Roberts dan Lily Collins. Yah, kalo dibandingin sama SWATH sih, langsung keliatan banget ya mana film yang budgetnya lebih gede. Dan gaun-gaun di Mirror Mirror, nah ini nih maksudku dimana wardrobe suatu film akan sangat berpengaruh. The dresses look silly! Untung Lily Collins cakep, she still can pull them off.

Dan jadi inget beberapa hari lalu sempet nonton The Devil's Double. Ceritanya sesungguhnya sih menarik and Dominique Cooper is really awesome. But I just never, neveeeer eveer like a movie with extreme violence in it. Terutama kalo udah nyangkut  sexual harassment. Ughh. Kalo kekerasan berdarah-darah macam di The Departed atau Sweeney Todd: The Devil Barber of The Fleet Street aku masih bisa agak nahan-nahan. Tapiiiiiii kalo udah macam The Devil's Double atau The Girl With The Dragon Tattoo mah aku menyeraaaahh! Selesai nonton aku mual. Mual yang beneran mual pingin muntah huhuhuhuu.

Ah mending inget-inget yang ganteng ah. Aku lagi sukaaaaaa bangettt sama Chris Hemsworth. His crystal clear blue eyes, framed with extremely thick and dark lashes, and that scruffy beard, subhanallaaaahh lutut langsung lemesss ganteng bangett mamaaaaaaa!!

On MTV MOvie Awards 2012

Kristen Stewart is one lucky btch hahaa!! Cantikkk banget lagi diaaaaaaa aawwwww so pwettyy. Ah mau mantengin MTV ah mau nonton rerun-nya!

Saturday, June 2, 2012

Who's The Fairest of Them All?

Yep. Aku abis nonton Snow White And The Huntsman. Now let me, lagi-lagi, komentar dikit hihi.

Theatrical Realease Poster

Filmnya sendiri menurutku boring dan datar. Gaada yang seru, sedih, lucu juga gaada. Plotnya lemah banget. Ditambah akting pemainnya yang juga kurang oke, kecuali Charlize Theron sih, yang bisa bikin aku ngeri tiap kali Queen Ravenna muncul.

Dibandingkan sama Snow White And The Seven Dwarfs punya Disney sih jauh banget yaa. SWATH ini menurutku bingung dengan script-nya sendiri, mau bikin Snow White versi baru atau ngikut versi klasik. Dulu waktu liat teaser poster dan character poster-nya (dimana Kristen Stewart pake armor gitu), aku membayangkan Snow White di SWATH ini akan tangguh kaya Mulan gitu. Eh gataunya tetep menye-menye kaya Snow White pada umumnya. Dan dari judulnya, aku juga mengira akan ada konflik seru antara Snow White dengan The Huntsman, tapi ternyata ga ada apa-apa deh. Hubungan mereka berdua tidak dieksplor lebih jauh, padahal bisa jadi emotional conflict yang oke sepertinya.

Kristen Stewart dimataku juga masih belum bisa lepas dari bayang-bayang Bella Swan. Satu film yang menurutku K.Stew bisa lepas dari Bella itu di film The Runaways. Padahal Kristen menurutku sangat cocok jadi Snow White. Skin white as the snow, lips red as blood, hair black as ebony. Belum lagi ditambah pipinya yang merona seperti buah persik, cantiiiiiiiiiik banget!! Ih, jadi inget waktu Kristen muncul di Vogue, Vanity Fair, Elle, Harper's Bazaar, dan banyak majalah tenar lainnya. Foto-foto K.Stew selalu jempolan. Persis boneka! Ups jadi ngelantur hihi. Oke back to topic. Chris Hemsworth juga masih dibayangi Thor deh menurutku. Apalagi disini The Huntsman-nya suka bawa-bawa kapak kemana-mana, mirip Thor yang suka bawa Mjolnir itu. Kalo Charlize Theron sih jangan ditanya. Paling pol lah dia disini.

Cerita Snow White sendiri kalo menurutku ga bisa lepas dari elemen-elemen khasnya yaitu magic mirror, apel beracun, glass coffin, dan tujuh kurcaci. Di SWATH sih cuman gaada glass coffin doang. Overall, bintang dua kali yahh hihiihi. Sangat disayangkan karena film ini punya potensi besar buat jadi film yang bagus. SWATH sangat tertolong sama special effects-nya, wardrobe-nya, (gaun-gaunnya Queen Ravenna are very breathtaking. And trust me, film yang tidak didukung dengan wardrobe yang berkualitas akan berakhir konyol. Coba aja liat The Three Musketeers), dan akting Charlize Theron sebagai the evil queen.

Ah, jadi berharap biar fairytales yang lain juga dibikin versi manusianya dong! Aku request Beauty And The Beast! :D

Wednesday, May 9, 2012

The Mighty, The Hotties, The Avengers

Baru nonton The Avengers barusaaan!! Ihh baguss deh hihii. Walaupun tetep setuju sih sama yang bilang kalo empat puluh lima menit pertama alurnya agak datar yah.

Spoiler Alert!

1 .Scarlett Johannson - Natasha Romanoff / Black Widow
Satu-satunya cewek di film ini. Cakep, pinter, seksi, dan jago berantem. Nah kurang apa coba tuh. Karakternya jauh lebih berkembang sih daripada di Iron Man 2, yang sekedar jadi eye candy doang. Disini adegan berantemnya Scarlet Johannson oke bangett! Apalagi pas adegan dia membebaskan diri dari penjahat Rusia di awal film. Bikin penonton jadi berseru whooaaaa!

2. Jeremy Renner - Clint Barton / The Hawkeye
Ini nih salah satu tokoh yang aku tunggu-tunggu muncul karena aku sukaaaa bangett sama Jeremy Renner semenjak nonton The Hurt Locker. Tapi agak sedih karena di awal-awal film dia diperalat Loki huhuu. Tapi untungnya semua itu terbayar dari tengah sampe akhir film karena aksinya Clint Barton keren bangetttt aaaaaaaaa!! Siapa nyana sihh kalo acher itu bisa begitu seksiii kyaaaaaaaa!!

3. Mark Ruffalo - Bruce Banner / The Hulk
Aku ga nyangka kalo Mark Ruffalo yang kalem dan lembut bisa cocok memerankan The Hulk yang pemarah ini. Dari dulu aku ga pernah nonton The Hulk dari awal sampe akhir gitu. Palingan nonton di tivi lokal, nontonnya dari tengah-tengah dan ga nonton sampe abis karena menurutku cerita dan pemainnya ga menarik hahahh. Tapi disini The Hulk, surprisingly, karakternya cukup menarik perhatian deh. Line dialognya juga banyak yang lucu. I love this version of Hulk!

4. Robert Downey. Jr - Tony Stark / Iron Man
Disini Robert muncul as expected dengan karakternya sebagai Tony Stark yang khas banget itu flamboyannya. Aku pribadi sih lebih suka Tony Stark muncul secara invidual yah di Iron Man dan Iron Man 2. Tapi ternyata Tony Stark bisa get along sama tokoh lainnya.

5. Chris Evans - Steve Rogers / Captain America
Chris Evans juga muncul seperti yang sudah aku duga, sebagai leadernya The Avengers. Gaada pengembangan karakter yang cukup berarti dan Steve tetap jadi prajurit pirang ganteng dan baik hati seperti di Captain America. Mungkin disini Captain America keliatan lebih kuat dan macho daripada sebelumnya. Ih aku ga nyangka masa dia sanggup nahan pukulan Mjolnir-nya Thor pake perisai bundernya itu.

6. Chris Hemsworth - Thor
Ini juga salah satu karakter yang aku tunggu-tunggu karena aku suka banget semenjak nonton Thor. Aku sebenernya berharap banget Thor akan ketemu lagi sama Jane Foster (Natalie Portman) disini, tapi ternyata ga huhuu. Tapi cukup puas waktu ada scene dimana ternyata Thor masih nyari tau Jane ada dimana. Duhh semoga nanti di Thor 2 bisa ketemu lagi sama Jane yahhh. Paling ga disini Chris Hemsworth ganteng bangettt mata birunya bikin sesek napass!

7. Tom Hiddleston - Loki
Aku merasa Loki disini jadi makin hot dan entah kenapa mengingatkanku sama Severus Snape! Mungkin karena gaya rambutnya mirip dan mereka sama-sama outcast gitu kali yahh. Tapi kalo soal tokoh antagonis sih belom ada yang ngalahin jahatnya Lord Voldemort dan President Snow dehh hahahahahh.

8. Cobie Smulders - Agent Hill
Ini juga salah satu tokoh yang aku tunggu muncul! Ga kebayang Robin jadi agen mata-mata gitu kaann. Awal-awal agent Hill muncul dan denger dia ngomong, aku selalu kebelet ketawa karena jadi kebayang Robin Scherbatsky di How I Met Your Mother ituuu. Robin kan ngelawak banget tuh orangnyaa hihii. Mungkin karena karakter Robin udah melekat banget sama Cobie, aku merasa dia kurang cocok jadi agen mata-mata. Bagusan jadi Robin hihihihii.

Aku tadinya mengira The Avengers bakalan jadi the other superhero movies, tapi ternyata bagus kok filmnya. It has the right amount of actions, explosions, dramas, and joke lines. Pas. Adegan action-nya bikin penonton berseru "whoooaa, cool!!" dan joke-nya juga lucu beneran, bikin orang ketawa. Dan yang bikin heran, film ini ga terlalu mengumbar badan cewek lho. Palingan si Scarlett Johannson doang, dan itu aja dia pake suit yang walaupun ketat tapi tertutup. Ini kayanya film buat cewek deh, soalnya cowok-cowoknya ganteng semuaaa aaaaaaaaaaaaaa!! *ngelap iler*

Overall, yah bintang empat kali yahh. Hihii lagi-lagi aku sok jadi kritikus film paling oke sedunia nihh. Ayo-ayo segera nonton di bioskop! Aku aja mau kalo diajak nonton lagi :D


Sunday, May 6, 2012

The Same Supermoon


I glanced up the sky just now, and there, I saw it. The supermoon everybody’s been talking about.

I distinctly remember my last encounter with that supermoon. It was March 19th,  last year. Though I don’t exactly remember what I did in that very night, but I am one hundred percent sure what my mind was all about back then.

Things had been changed. Not the moon of course, it's still as pretty as every full moon I ever saw.

Well, moon, you're a real beauty tonight.

Ralat! Ternyata supermoon-nya taun lalu deng hahahh :P

Sunday, April 29, 2012

The First Two Nights And The Hoppers

Salah satu indikator kita betah apa ga berada di suatu tempat adalah kita bisa pup dengan lancar di tempat tersebut atau tidak. Setuju ga? Kalo aku sih gitu heheh. Mau sebagus apapun tempatnya, mau di hotel berbintang sekalipun, kalo aku ga kerasan pasti ga bakal bisa pup disitu. Nah, setelah Jumat malem kemaren mulai tinggal di kosan baru, tadi siang aku udah berhasil pup lho! Horeeeeeeeeyyy!!

Yahh, bukannya aku langsung betah banget juga sih. Kalo disuruh milih antara kos baru dan kos lama, aku akan milih kos lama tanpa mikir dua kali. Tapi paling tidak, disini lebih mudah beradaptasi daripada yang aku bayangkan.

Rumahnya nyaman, kamarku ada akses ke sinar matahari dan udara luar (thanks to these two massive windows), dan yang paling penting orang-orangnya ramah dan welcome semua, alhamdulilaahhh. Udah kenalan sama sebagian besar anak kosan sini. Ada Wulan, Anggi, Vindi, Nita, Fafa, Putri, sama Kika. Semuanyaaaaa baik dan ramah hihiii syeneng. Tapi tetep kangen kos lama juga, kangen Inka, Laili, dan Sinta nih huhuu.

Ini baruuuuu aja pulang nonton Battleship. Review dikit ahh *pertanda nganggur*

Awal-awal filmnya mulai, lumayan menarik. Tapiiii begitu aliennya muncul dan mulai menyerang, kok aku malah merasa datar dan membosankan yaaa. Explosions, explosions, and more explosions. Yailahh, mana nih ceritanya. Kenapa aliennya tiba-tiba menyerang bumi aja ga dijelasin. Tapi di bagian tengah-akhir film, jadi lumayan seru.

Kalo dari segi cerita sih menurutku lemah. Ceritanya ya gitu-gitu aja, gampang ditebak. Terlalu banyak film yang mirip. Semacam Transformers, Armageddon, Independence Day, War of The Worlds, dan film-film lain yang tentang serangan makhluk luar angkasa ke bumi. Tapi biasanya film-film semacam ini terselamatkan oleh special effects (ledakan, hancurnya landmark-landmark terkenal di dunia) dan nilai patriotism and heroism yang biasanya emang kuat banget kerasa. Rasa rela berkorban demi menyelamatkan bumi dan umat manusia, dimana manusia biasanya digambarkan akan saling bekerja sama tanpa pandang ras dalam usaha menyelamatkan bumi.

Terus ada satu line klise yang kadang muncul di film action, tapi aku tetep ketawa kalo denger, muncul di film ini: I didn't sign up for this! Hahahaaha lucuu.

Dan Battleship menurutku film cowok banget. Mulai dari dialognya, mesin-mesin aliennya, senjata dan bom, ledakan-ledakan, dan pemeran utama cewek yang seksi. Terus juga soundtracknya yang rock and roll (me likey!) juga semakin bikin Battleship terasa maskulin.

All in all, yah bintang tiga lah buat Battleship. Berasa kritikus film paling top aja ya akuuu hihihii. Menghibur kok filmnya, film yang layak ditonton di bioskop daripada di dvd.

Tomorrow's Monday, now let's get back to work.

Friday, April 27, 2012

Where I'm Gonna Be Sleeping Tonight

So this is gonna be my very first night di kosan baru. Sebelomnya beberapa hari kemaren diwarnai dengan aku sakit (lagi-lagi semenjak Maret kemaren 2 minggu bolos klinik), jadi pindahannya terpaksa diundur. Sakit apakah aku gerangan? Yak, biasalah. Penyakitnya tukang makan. Apalagi kalo bukan maag, tipes, diare, atau keracunan makanan. Kali ini sih antara diare dan maag, I'm not really sure aku sebenernya kemaren ini diare apa maag hahaha.

Sakitnya berawal dari makan Nasi Kuning Manado atau disingkat Si Kuman. Si Kuman ini lagi cukup tenar di kalangan anak FKG '07. Nah sambelnya Si Kuman ini lumayan pedes. Dari situ perut udah mulai ga enak. Kalo BAB bentuknya juga udah ga bagus hihi. Besokannya, perut belom bener, tiba-tiba ngidam bakso. Eh, keturutan. Nambahin sambel ke baksonya juga ga kira-kira. Terus malemnya dapet rejeki ditraktir mamanya Inka makan Hokben. Itu juga nyocol sambelnya ga pake mikir. Pas mau tidur baru agak kuatir, duhh perut apa kabar nih sekarang.

Keesokan paginya langsung terjawab. Aku kebangun gara-gara mules plus mual banget. Dari situ kekamar mandi bolak-balik dan mual sepanjang hari ga ilang-ilang. Sampe waktu jadi asisten operasi di klinik, aku disangka mau pingsan gara-gara mukaku pucet. Napsu makan juga gaada. Malemnya waktu diajak makan Laili, tiba-tiba mualnya jadi berlipat-lipat dan akhirnya muntah juga. Isi perut keluar semua dah itu.

Gitu muntah langsung nangis-nangis ke Laili, nelponin Inka, nelponin Dita, dan nelponin Mama. Tapi sisi bagusnya muntah, mualnya langsung ilang dan jadi kerasa enakan. Nasip orang rakus dan suka jajan sembarangan ya gini ini hahah.

Aku emang orang yang gabisa makan kalo ga pedes. Dua rasa favoritku itu pedes dan asem. Nantangin perut banget yaa kayanya hahahaa. Kalo sama yang namanya sambel, pasti gabisa ngambil dikit. Mulai dari ayam, soto, bakso, sate, mie goreng, semuaaaaaaaaanya pasti dibanyakin sambel atau cabenya. Buah-buahan juga, ga mau kalo ga asem. Apel, jambu, jeruk, mangga, kalo manis malah ga doyan. Buah manis yang aku suka cuman melon dan semangka. Sama duren kali yah. Makanya aku kena maag. Bukan karena telat makan, tapi karena makannya ga karuan gituu hihihii.

Makanya aku paling takut sakit tipes. Karena kalo sakit tipes berarti harus say goodbye sama pedes dan asem. Aku mending disuruh pisah sama Edward deh daripada sama sambel. Ehh, Edward apa sambel yahh?? Aaaaaaaaaaaa tidakkkk jangan suruh aku memilihh!!

Yah gitu dehh. Sekarang alhamdulilaaahh, ya Allahh, udah mulai sehat lagii. Akan (mencoba) makan ga pedes deh mulai dari sekarang. Abisan sumpahh yaahh, gabisa makan itu nyiksa banget lhoo. Aku kan suka makaaaan. Kalo gabisa makan, perasaan hati jadi meranaaaaa banget huhuhu.

Ah, back to topic. Malam pertama di kos baru. Bismillah, semoga kerasan, cepet akrab sama anak-anak sini, dan bisa jadi kaya keluarga jugaa, amiiiin!

PS: Tadi baru kelar beberes kosan. I'll tell you what, ternyata kolong tempat tidur itu sangat amat penting! Ketika udah mentok dan bingung ini barang segini banyak mau ditaro dimana lagi, maka, aha! Taruh saja di kolong! Beres deh. Hahahahahahahhaa.

Tuesday, April 24, 2012

Kosan Sweet Kosan

Dulu kalo disuruh bayangin momen meninggalkan Surabaya for good, akan kebayang meninggalkan kosanku tersayang ini bareng-bareng sama Inka, Laili, dan Sinta, dengan aku dan Inka yang udah jadi dokter gigi. Tapi impian itu kandas, karena kita digusur gara-gara kos kita direnovasi.

Emang sik, isu renovasi itu udah merebak dari jaman sekitar 2 taun lalu. Apalagi rumah kosan kita udah reyot banget. Langit-langitnya banyak yang copot, catnya udah pada mengelupas, kalo ujan bocor disana-sini, gentengnya juga banyak yang copot. Tapi isu renovasi itu ga pernah kejadian beneran dan akhirnya kita anggep angin lalu, sambil berharap kalaupun beneran direnov, tar aja sekalian kalo kita udah pada lulus.

Ehh, gaada angin gaada ujan, sebulan yang lalu tiba-tiba mas Hepi mengumumkan kalo kosan akan direnovasi dan paling lambat tanggal 5 Juni kita udah harus hengkang dari sini. Reaksi kita sih macem-macem. Mulai dari ga percaya, akhirnya terpaksa percaya, mau ngedemo ibu kosan, mau nyoba nekat gamau pindah, sampai akhirnya kita sampai di titik dimana kita sadar, kosan akan beneran direnov, kita harus pindah.

Biar dikata rumahnya udah kaya rumah hantu begini, tapi aku betahhh banget banget di rumah ini. Dan waktu nyari kosan baru, gaada yang bisa menyamai rumah ini deh!
1. Kamarnya cukup luas. Apalagi kamar Inka. Ih itu udah jadi basecamp kita deh. Ngerumpi, makan, numpang tidur bisa di situ.
2. Sirkulasi udaranya bagus. Karena di lantai 2 tempat kamar kita (kecuali kamar Sinta) semuanya punya teras gitu. Jadi kalo buka pintu langsung terhubung dengan udara terbuka.
3. Lokasi strategis. Mau kemana-mana gampang, semua tempat belanja yang tenar di Surabaya (Tunjungan Plaza, Delta, Grand City, ITC, Pasar Atum, JMP, dll) bisa dicapai dengan angkot karena angkot yang lewat sini macem-macem.
4. Tarifnya murah banget. Sekarang ini, nyari kosan dengan kamar segede kamarku dan dengan harga semurah kamarku susahhhh banget, bahkan aku ga nemu. Mungkin akan nemu tapi di lokasi yang jauh dari kampus. Kosku yang baru aja harganya nyaris 2 kali lipat harga kosku yang ini huhuhuu.
5. Deket sama pasar. Mungkin akan mikir, ihh apa enaknya deket pasar, kan bau. Wahh, jangan salah. Deket pasar berarti deket sama penjual makanan! Aku kan gabisa masak yaaa, jadi kalo makan harus beli. Disini makanannya variatif banget kalo dibandingkan sama tempat lain.
6. Dan poin paling penting, karena kita udah kaya keluarga disiniii. Udah kenal baik sama orang-orangnya. Nemu kosan yang kita cocok sama orang-orangnya susah lho. Salah-salah kita ga akan bisa membaur sama yang lain dan end up mengurung diri di kamar karena ga punya temen. Sedihhhh.

Masih banyak poin lain sebenernya, misalnya gaada curfew, bisa bebas ngajak temen nginep di kamar (kalo di kos lain sering dipungut tarif lagi), daaaan lain-lain.

Sesungguhnya aku berencana akan baru pindahan kekos baru nanti kalo udah mepet Juni. Eh tiba-tiba Senin kemaren kosan mati lampu. Tadinya kirain ikutan earth hour, tapi kok ga nyala-nyala yaaa. Ternyata korslet aja dong sementara rumah lain udah pada nyala. Sampai manggil tukang listrik, tapi tetep gabisa nyala. Aku sama Inka kebingungan mau tidur dimana karena kalo gaada listrik berarti kita harus tidur panas-panasan. Sementara Surabaya panasnya lagi kaya kompor. Malam itu, aku ketampar banget. Seolah-olah rumah kosan ini memang udah nyuruh kita pergi. It broke my heart.

Things happened really fast. Tadinya cuman iseng nanya ada kamar kosong apa ga ke kos temenku, eh ternyata ada satu kamar kosong. Tiba-tiba udah bayar dp kos baru. Tiba-tiba tadi mulai mindahin barang. Tiba-tiba besok, sepertinya, udah harus tidur di kos baru. I can't believe it's really happening :( :( :(

Sunday, April 8, 2012

Young And Wild And Free

Last night, after 4,5 years lived in Surabaya, I finally managed to set my foot on a club. Sebenernya sih dari jaman semester satu udah ada rasa ingin tau. Biasa lah, di Jember mana ada tempat begituan. Eh, ada ga sih? Aku anak rumahan sih yahh, jadi ga tau ada apa ga di Jember hihii. Tapi kayanya gaada kok.

Awalnya gara-gara geng arisan kehabisan ide tempat buat ngumpul-ngumpul (gilaa, kegiatan ibu-ibu banget yaaahh hahahahahaa) akhirnya kecetus buat ngumpul-ngumpul sambil nyoba clubbing. Dan karena sebagian besar kita pada belom pernah, ide dugem tersebut disambut dengan sangat antusias. So, for the sake of curiosity dan tentu saja alasan klise mumpung-masih-muda-kapan-lagi itu, berangkatlah kita.

Dan aku dalam hati udah bertekad kalo akan duduk-duduk doang and stay sober.

Saturday night. Dijemput Dulce jam setengah sebelas (mamaaa, anakmu baru berangkat jam setengah sebelas malem mamaaaah). Karena jam segitu belom buka, kita duduk-duduk dulu di Sutos. Sekitar jam 12 baru kita cuss berangkat. Di mobil gradak-gruduk ngeganti flat shoes into a pair of high heels of mine that I barely had the chance to wear. Dan juga mencoba nyolong-nyolong tidur karena udah ngantuk bok! Hahahahaa cupu abiss. Akhirnya nyampe tanpa berhasil nyolong tidur, turun mobil dengan keadaan mata sepet. Ketemuan sama anak-anak di entrance hall dan kita masuk.

First impression: feeling-nya kaya lagi di tempat karaoke. Ruangannya luas, gelap, ada banyak meja dikelilingin sofa, ada juga bar di samping-sampingnya, dan pandangan agak berkabut karena penuh asap rokok. Walaupun aku pernah liat yang lebih berkabut di bar and lounge yang di Sutos. Kata Dulce, emang lagi sepi. Beberapa meja keliatan kosong

Begitu duduk, langsung pesen minum. Gaada yang berani mesen macem-macem, cuman mesen orange juice, soft drink, dan mineral water, hahahahaa. Cuman dua orang guide kita itu yang mesen bir. Nah, begitu duduk agak lama baru nyadar bedanya. Bedanya ada lampu gemerlapan, musiknya jedag-jedug kenceng banget sampe kalo ngomong harus teriak, booze and everything were complete, dan ada cewek-cewek berbaju minim yang naik ke stage dan joget-joget, meliuk-liuk, sambil kibas rambut kesana kemari. Ngelus dada dan geleng-geleng kepala hahah.

Tapi emang musiknya oke punya. Jenis musik yang kalo dengerin pasti otomatis badan akan ikutan goyang. Setelah beberapa lama, berenam sama anak-anak, sisanya tetep duduk, aku mempedekan diri berdiri dan ikutan joget. Udah jauh-jauh kesini kan, masa cuman duduk-duduk. Lagian paling ga, joget kan ga dosa hihii. Jangan dibayangin kita naik ke stage yaa! Hahaaa. Kita bahkan ga turun ke dance floor, cuman berdiri di pinggirannya aja. Dua puluh menitan, udah balik duduk, dan mulai ngantuk lagi ahahaha. Ngeliatin Dulce dan Edgar beberapa kalin mesen flaming cocktail. Seru juga ngeliat minumannya dinyalain dan langsung diminum waktu apinya masih nyala. Terus ada minuman lain juga yang pake gelas sloki kecil dan pake jeruk nipis tapi ga pake salt. Tequila? I don't know I didn't ask. Aku itungin maybe 4-5 shots in total.

Terus agak lamaan kita nyoba masuk ke ice bar-nya. Dengan suhu minus sepuluh derajat celcius, jadi harus pake jaket yang disediain. Dingin banget mampus! Apalagi pake rok pendek gila semriwiing hahahaa. Di ice bar cuman foto-foto bentar, kedinginan, akhirnya kita balik duduk. Yah, secara keseluruhan kegiatan kita sih duduk, berdiri, joget, duduk lagi, gitu terus. Aku merasa, bosen juga yah gini-gini doang ternyata.

Nah, disitu baru kepikiran. Sepertinya, orang-orang yang doyan clubbing adalah orang-orang yang bisa minum. Karena kalo stay sober kaya kita semalem, jatoh-jatohnya bakalan bosen dan ngantuk. Sedangkan orang yang minum kayanya lebih bisa menikmati. They could dance under the lights, lost in thoughts. Oh, well.

Jam tiga kurang, anak-anak sepakat pulang. Udah ketar-ketir takut gara-gara si dua guide itu minum cukup banyak dan kita kuatir jadi ga bisa nyetir. Mungkin Dulce yang keliatan tipsy, tapi jalan masih tegak, diajak ngomong jawabnya juga masih bener. Jadi aman. Nyampe kosan hampir jam empat, dan karena lagi ga solat langsung lah bablas tidur tanpa hapus make-up. Biasanya juga ga pernah cuci muka sih hahhaaha jorok yahh :D

Well, I guess that's it. Yah paling ga, curiosity is answered. Sejauh ini gaada rasa ketagihan pingin clubbing lagi. Dan, gitu nyiumin rambut, bleaaaghhhh bau rokok!! Sampo mana yaa sampooo hahahahahaaa.

Monday, April 2, 2012

May The Odds Be Ever In Your Favor

I had a date with Peeta Mellaark today!!! Weehoooooooooooo!!

Setelah sekian lamaaaa tertunda gegara sakit huhuhuu akhirnya nonton juga. Sebenernya pingin nonton pake tshirt dengan print "Team Peeta" di bagian depan dan "May The Odds Be Ever in Your Favor" di bagian belakang gituuu kan seruu! Tapi ya apa daya, gaada yang jual, mau mesen juga gaada waktu. Jadi ya sudah. Dulu waktu nonton Harry Potter Deathly Hallows part 2 sebenernya juga pingin pake tshirt gitu, tapi ga kesampaian huhuhu. Sekarang waktunya menjadi ibu-ibu kompleks, ngomentarin! Hahah!

Yang pingin tau review lengkapnya, mungkin bisa baca aja ulasan lengkapnya di blog koh arman ini (males ngetik aselinya). Pendapatku dan pendapat koh arman persis sama!! Hahahaahaa.

1. Katniss Everdeen - Jennifer Lawrence
Waktu pertama tau Jennifer akan jadi Katniss, google fotonya dan langsung widiiiiihh cakep amat yahh blonde dan mukanya kaya finalis ANTM gitu. Bener, Jennifer yang di film awalnya keliatan biasa tapi makin lama ih makin keliatan cantiiikk. Dan ga melenceng jauh dari bayanganku tentang Katniss di bukunya yang tangguh dan tegar tapi penyayang. Jadi puas lah sama Jennifer sebagai Katniss.

2. Peeta Mellark - Josh Hutcherson
Nahhh ini mah ga usah ditanya lagiii! Dari awal fimnya mulai juga ya si doi ini yang aku tungguiiiin! Josh bisa banget memerankan Peeta yang loveable ituu. Dan aku bilang sih, Josh keliatan udah gede banget yah kalo dibandingin sama Journey To The Center of The Earth (ah ya, belom nonton Journey 2 nih ). Dan emang dese unyu banget lah ya. Dan ganteng amat sangat aaaaaaaaaa!

3. Gale Hawthrone - Liam Hemsworth
Liam juga pas banget sih menurutku jadi Gale. Dan emang kegantengannya ga bisa dipungkiri. Aku nyaris pindah kubu jadi Team Gale tapi ga dong, aku kan wanita setia hahahhh. Ah si Miley Cyrus paling bisa emang yaa nyari pacar ck ck.

4. Haymitch Abernathy - Woody Harrelson
Woody juga surprisingly cocok jadi Haymitch. Tapi mungkin menurutku agak kurang garang yah. Tapi selain itu udah pas banget sama Haymitch bayanganku sihh hihi.

Peran-peran lainnya juga overall menurutku pas sama bukunya. Kecuali President Snow! Entah kenapa kerasa kurang pas. Apa karena di film President Snow terlihat sebagai eyang-eyang yang hobi berkebun yah. Dan Seneca Crane, yang dibuku baru muncul di Catching Fire dan cuman disebut selewat aja, di film ada wujudnya. Bagian-bagian yang dipotong dari bukunya juga masih bisa diterima. Mungkin adegan roman Peeta sama Katniss-nya kurang banyak kali yahh hihihii. Dan soal detail lain, setuju lah sama koh Arman (lagi-lagi males nulis :P).

Dan kalo ada yang nanya bagusan buku apa filmnya, yah buku sama film kan media yang berbeda. Buku jelas menang di detailnya, dapet emosinya. Tapi kalo film kan mata  kita dimanjakan sama special effectsnya, ada soundtracknya, ada ganteng cantik pemainnya.

Hahh puas banget lah nontonnyaa! Kalo ada yang belom nonton aku mau yuk yukk aku temenin nonton lagiii hihihiii.

Dan malam ini nginep di rumah della! Dan ternyata Della Dita Inka udah nyiapin kado kejutan ihihihii. Dikasi kado buku The Hunger Games! Hahahahahh. Tinggal beli yang Catching Fire dan Mockingjay nihh. Dan cheesecake-nya entah kenapa kerasa enak banget nyem nyem.

I'm content and happy. Makasi ayang-ayangkuuuuu :D