Sebenarnya sampai empat jam yang lalu aku sama sekali tidak ada keinginan untuk menulis postingan baru di blog. But right after, NO, even when I was still watching this movie, I've been itching for writing a new post about that movie on this blog. The movie I'm talking about is: My Name Is Khan.
You know I've been enjoying to watch Indian bollywood movies or fairytale movies since I was like, nine? I don't know I can't remember hahaa. And most of my friends were mocking my fondness for watching this kind of movie and sometimes making fun of it. Basically, I don't mind where the movies I watch come from :p
I'm not an movie expert, I'm merely a girl admires a movie and wants to express her feelings about the movie she'd just watched.
Dan balik lagi ke My Name Is Khan.
Menurutku, sebuah film punya lima power, lima sisi, untuk menjadikan film tersebut jadi worth watching: plot-screenplay-directing-nya, sinematografinya, aktingnya, soundtrack-nya, dan pesan moralnya (PPKN abis hahaa).
And My Name Is Khan has them all. From the very beginning until the ending part, the scenes were amazingly beautiful. Gambar filmnya indah banget dan di-capture dengan sangat bagus. Sepanjang film disuguhi soundtrack yang bagusss bangett dan pas, ngga berlebihan. Kekuatan musiknya bener-bener kerasa. Walaupun ngga tau arti liriknya karena pake bahasa India tapi feel musiknya dapet banget. Agak ketauan deh selera musikku, hehe. Ga deng, ini serius, beneran bagus :D
Kalau ngomongin masalah akting, well, there's nothing more to say. It's Shah Rukh Khan and Kajol, the Jeff Bridges and Sandra Bullock of the Bollywood. They're brilliant. Shah Rukh Khan bisa menampilkan karakter penderita autism dengan pas, ngga lebay kaya di sinetron-sinetron kacangan Indonesia. Dan yang paling berpengaruh di film sih biasanya plot-screenplay-directing-nya, yang di My Name Is Khan mampu membuat penonton stay di seat-nya masing-masing sampai film berakhir. Fresh and emotional.
Dan satu lagi point penting di film ini: pesan moral. Sejak terjadinya tragedi 9/11, berbagai sutradara tertarik memfilmkan peristiwa tersebut. Dan My Name Is Khan adalah film yang sukses memfilmkan tragedi 9/11 bukan dari sudut pandang korban-korbannya, kepahlawanannya (petugas pemadam kebakaran/medis yang meninggal demi menyelamatkan korban), terorismenya, juga bukan dari sisi chaos-nya, ledakan, tabrakan, kehancuran yang biasanya jadi favorit sutradara film-film box office, tapi dari sudut pandang penduduk muslim yang terpaksa menanggung prasangka rakyat Amerika, bahkan seluruh dunia. Nilai-nilai humanity di film ini menampar banget. Selama ini yang disorot dari 9/11 kebanyakan kan korban-korbannya.
Semua power yang bisa dipunyai suatu film dirangkai dengan sangat perfect di film ini. Cuma ada satu kekurangan di film ini, yaitu durasi. Durasinya yang panjang sebenarnya buatku ngga masalah karena keseluruhan film amat layak tonton, tapi buat yang gampang bosan bisa jadi akan lumayan mengganggu.
Kesimpulan: My Name Is Khan adalah film komplit. Not watching this movie is a BIG lost. Go watch it. You better watch it thru the big screen.
Oh, and I wanna say thaaaaaaaaank you for Amandita Parameswari, my dearest, yang ulang tahun hari ini (atau lebih tepatnya kemaren soalnya sekarang udah tanggal 20, hehee), ngasi kue lezat dan nraktir tiket My Name Is Khan. Tanpamu posting ini ga bakalan ada, dit hehee. Happy birthday!
image source: http://21cineplex.com
Saturday, March 20, 2010
Thursday, March 18, 2010
Why Girls Hate Kristen and Dakota
Checking on E!Online and Popsugar website is some kind of my daily routine due to the severe tense effect of the staring-at-the-computer-screen-all-night-long have.
And look what I'd found: babes of the day. Damn pretty, checked. Flawless statue look, checked. The stunning dress on, checked. These babes are got it all.
I'd die for those legs.
source: wenn.com and eonline.com
And look what I'd found: babes of the day. Damn pretty, checked. Flawless statue look, checked. The stunning dress on, checked. These babes are got it all.
Lips as red as the rose
Skin's white as the the snow
I'd die for those legs.
source: wenn.com and eonline.com
Hanging On, Here
Well, hey there. I'm currently preoccupied with this skripsi thingy. The last two weeks had been one of the worst days I've ever had in Surabaya. It was hell. But, well, I survive. Hahaha. I think I deserve an award, maybe an Oscar or a Nobel Prize, for surviving those two weeks.
Okay the last sentence was a joke. If you didn't get it.
On the second thought, maybe not :p
It's still a veeeeeeeeeeeeery long road ahead. So, wish me luck people.
Okay the last sentence was a joke. If you didn't get it.
On the second thought, maybe not :p
It's still a veeeeeeeeeeeeery long road ahead. So, wish me luck people.
Labels:
my personal life,
random quick update
Wednesday, February 17, 2010
Surabaya and Zac Efron
Hari ini terpaksa kembali ke kota penuh perjuangan:
SURABAYA
But my mood is gradually getting better. Yeahh I'm now wating for the triple bestfriends of mine. I reaaaally really hope I can see them tonite! Have been missing them much much muchhh since I left surabaya last january. And I'm having another plan to see another old friend of mine hahaha. She was one of my bff in highschool!! Well, I will not expect too much from these plans, because I'm afraid they're gonna be end up just like my other plans: fail. Hahahahaa.
On the lighter note, I've just realized how hot Zac Efron could be! Yes, that Zac Efron. From the High School Musical. He looked so gay in that movie! But now, he had been transformed into a brand new Brad Pitt. Need proof?
I wanna be Vanesa Hudgens.
Labels:
my personal life,
random quick update
Sunday, February 14, 2010
Family Sweet Family
Home sweet home, yes? Hmmm. But I think family sweet family is the proper phrase.
Selama kuliah di Surabaya, apalagi kalo lagi musim-musimnya banyak tugas, ujian, dan paling parah kalo barengan dengan musim belom dikirimin uang, pasti akan dengan sangat ampuh membuatku kangen setengah mati sama rumah.
Persis seperti bulan Januari kemarin. Ujian 2 minggu tiada henti. Begadang setiap malam. Harus menghapal ratusan lembar diktat. Harus bertahan dalam prinsip dan pilihan. Ujian selesai bukan berarti penderitaan juga selesai. Masih ada 2 minggu full penuh rasa tidak tenang dan mimpi buruk, yaitu 2 minggu masa menunggu nilai ujian keluar. Kepala rasanya seperti digantung. Pengumuman via internet algojonya. Siap-siap aja kalo ngeliat nilai D/E bakalan kehilangan kepala.
And I don't dramatized that, really! It literally felt like that, exactly like that.
Dan begitu akhirnya bisa pulang, rasanya bahagiaaaaaaaaaaaa hahahahaa. Rumah, makanan, tv kabel siap menyambut. Libur libur libur! Rasanya kepingin nyanyi sepanjang jalan saking bahagianya!
Sehari dua hari dihabiskan makan-tidur-nonton tv-online. Mandi kadang-kadang. Dan begitu juga hari berikutnya. Berikutnya. Dan berikutnya lagi. If boredom could kill, I could've been dead.
Mom and dad are extremely busy all the time. Especially mom. She works so hard.
Dan balik lagi ke ungkapan di atas. Rumah jadi tidak terasa rumah tanpa mama. Buat apa pulang ke rumah kalau cuma buat ditinggal kerja terus-terusan? Home means nothing without her.
But I can't even say a word. She works for the whole family. She works her ass off for me. Hah now what I can say? Ugh I just want... Well I don't know what I want.
Geez what am I thinking?? Why I waste my time feeling so miserable while I'm home, I'm perfectly healthy, I mean look at those Haiti's survivors! I'm so blessed to be here, to be me. I've been a bitch.
Yeah all in all, I am off course happy to be home. There's nowhere else better than home. But like I said, it doesn't matter where you're at because aywhere could be a home if your family is around.
Selama kuliah di Surabaya, apalagi kalo lagi musim-musimnya banyak tugas, ujian, dan paling parah kalo barengan dengan musim belom dikirimin uang, pasti akan dengan sangat ampuh membuatku kangen setengah mati sama rumah.
Persis seperti bulan Januari kemarin. Ujian 2 minggu tiada henti. Begadang setiap malam. Harus menghapal ratusan lembar diktat. Harus bertahan dalam prinsip dan pilihan. Ujian selesai bukan berarti penderitaan juga selesai. Masih ada 2 minggu full penuh rasa tidak tenang dan mimpi buruk, yaitu 2 minggu masa menunggu nilai ujian keluar. Kepala rasanya seperti digantung. Pengumuman via internet algojonya. Siap-siap aja kalo ngeliat nilai D/E bakalan kehilangan kepala.
And I don't dramatized that, really! It literally felt like that, exactly like that.
Dan begitu akhirnya bisa pulang, rasanya bahagiaaaaaaaaaaaa hahahahaa. Rumah, makanan, tv kabel siap menyambut. Libur libur libur! Rasanya kepingin nyanyi sepanjang jalan saking bahagianya!
Sehari dua hari dihabiskan makan-tidur-nonton tv-online. Mandi kadang-kadang. Dan begitu juga hari berikutnya. Berikutnya. Dan berikutnya lagi. If boredom could kill, I could've been dead.
Mom and dad are extremely busy all the time. Especially mom. She works so hard.
Dan balik lagi ke ungkapan di atas. Rumah jadi tidak terasa rumah tanpa mama. Buat apa pulang ke rumah kalau cuma buat ditinggal kerja terus-terusan? Home means nothing without her.
But I can't even say a word. She works for the whole family. She works her ass off for me. Hah now what I can say? Ugh I just want... Well I don't know what I want.
Geez what am I thinking?? Why I waste my time feeling so miserable while I'm home, I'm perfectly healthy, I mean look at those Haiti's survivors! I'm so blessed to be here, to be me. I've been a bitch.
Yeah all in all, I am off course happy to be home. There's nowhere else better than home. But like I said, it doesn't matter where you're at because aywhere could be a home if your family is around.
Friday, February 5, 2010
Pergeseran Fungsi Twitter
What's on my mind since not a very long time ago
Setauku, twitter itu suatu social networking dan sekaligus media microblogging. Dulu, sewaktu twitter belum setenar sekarang, fungsi twitter hampir murni untuk microblogging. Tapi semakin banyak artis yang membuat account twitter, juga banyak orang lain yang ikut bergabung demi alasan biar gaul hehehee. I made a twitter account because dita, a bestfriend of mine, had made twitter looked so damn good to me. And then, bam, I made one, hahahaa.
Nah, sekarang masalahnya adalah orang-orang menjadikan twitter some kinda instant messenger. Orang-orang mengobrol dengan twitter memakai feature retweet (RT). Kalau satu-dua orang yang ngobrol di twitter pake RT sih, masih gapapa. Tapi kalau public timeline isinya sudah kebanyakan obrolan orang dengan entah siapa memakai RT, well, to be honest, it's driving me crazy.
Mengganggu banget harus terpaksa melihat tumpukan obrolan RT orang-orang dengan siapa entahlah yang tidak dikenal. Simplest solution? Unfollow. Yah tapi sayangnya di kehidupan nyata ga segampang itu. Kalau artis mah ga bakalan sadar juga dia kalau di-unfollow. Kalau temen sendiri, ga bisa juga. Bisa-bisa yang di-unfollow malah salah paham dan sakit hati.
Well, life changes man, so does twitter. Sepertinya bagi orang-orang seperti aku, yang terganggu dengan pergeseran fungsi twitter, cuma ada satu solusi aman: pasrah. Hahahahaa. Skip and scroll aja lah kalo ngeliat hal-hal yang tidak diinginkan hehee.
Rock on, people!!
Setauku, twitter itu suatu social networking dan sekaligus media microblogging. Dulu, sewaktu twitter belum setenar sekarang, fungsi twitter hampir murni untuk microblogging. Tapi semakin banyak artis yang membuat account twitter, juga banyak orang lain yang ikut bergabung demi alasan biar gaul hehehee. I made a twitter account because dita, a bestfriend of mine, had made twitter looked so damn good to me. And then, bam, I made one, hahahaa.
Nah, sekarang masalahnya adalah orang-orang menjadikan twitter some kinda instant messenger. Orang-orang mengobrol dengan twitter memakai feature retweet (RT). Kalau satu-dua orang yang ngobrol di twitter pake RT sih, masih gapapa. Tapi kalau public timeline isinya sudah kebanyakan obrolan orang dengan entah siapa memakai RT, well, to be honest, it's driving me crazy.
Mengganggu banget harus terpaksa melihat tumpukan obrolan RT orang-orang dengan siapa entahlah yang tidak dikenal. Simplest solution? Unfollow. Yah tapi sayangnya di kehidupan nyata ga segampang itu. Kalau artis mah ga bakalan sadar juga dia kalau di-unfollow. Kalau temen sendiri, ga bisa juga. Bisa-bisa yang di-unfollow malah salah paham dan sakit hati.
Well, life changes man, so does twitter. Sepertinya bagi orang-orang seperti aku, yang terganggu dengan pergeseran fungsi twitter, cuma ada satu solusi aman: pasrah. Hahahahaa. Skip and scroll aja lah kalo ngeliat hal-hal yang tidak diinginkan hehee.
Rock on, people!!
Thursday, February 4, 2010
Lady Gaga barbie-doll look
Subscribe to:
Posts (Atom)



