I spent my weekend at my favorite place in the whole wide world. At home!! Weehoooooooooooo!! Tujuan utama sih karena kangen rumah, dan karena kemarin ini abis ujian profesi Oral and Maxillofacial Surgery (OMFS atau nama lainnya Bedah Mulut) jadinya kepingin pulang gitu.
Pulang kali ini, ada satu hal yang aku khawatirkan. Aku takut si Putri (ponakanku yang baru umur setaunan, baru bisa jalan dan kalo jalan sempoyongan persis orang mabok) bakal udah ga inget sama tantenya yang paling cantik ini. Dan beneran aja dooong, si Putri udah lupa sama akuuuu huhuhuhuhuhuu. Masa si Nying-nying ini (nama panggilannya Putri, don't ask me why. Tanya aja sama emaknya kenapa dipanggil begitu hahaha) masa lebih memilih digendong sama si mbak daripada sama tantenya sendiri!!! Tidaaaaaaak! Aku udah berusaha sampe ngebadut didepannya tapi tetep lho aku dicuekin hikss.
A: Nyiiing, cini naak *iming-iming pake mainan*
P: .... *bengong*
A: Nyiiing, liat dehh tante punya apa nihh *iming-iming pake lagu dari hape*
P: .... *diem ditempat*
A: Nyiiiing, sayaaaang *iming-iming pake duit dua ribuan*
P: .... *cuek*
A: Puusss sini puuuss *iming-iming pake ikan asin*
P: .... *melotot* *dikata aku kucing!*
A: Nyiiing, cini doong *iming-iming pake foto Robert Pattinson*
P: .... *melengos*
Tetep gamauuuu! Ihh tu bayi maunya apa coba kan huhu.
Monday, November 21, 2011
Friday, November 18, 2011
After Breaking Dawn Part 1
Tadaaaaaa!! Aku baru aja abis nonton Breaking Dawn part 1!! Dan bener aja apa yang aku khawatirkan, ugh it's awful. Padahal menurutku New Moon aja udah ga karuan, ternyata Breaking Dawn part 1 lebih parah. Sedihh huhuu.
Pertama, dialognya mentah, superfisial bangettt. Gaada bobot emosinya sama sekali. Adegan yang seharusnya sedih, bahagia, seru, jadi plain semua. Dan itu berlangsung terus sepanjang film, kecuali satu adegan (nanti yah eike jelasin). Kedua, alurnya lambat tiada terkira. Bahkan aku aja yang seorang twihards sejati sampe ngantuk nontoninnya. Sejak ada kabar kalau Breaking Dawn akan dibuat dalam dua bagian, aku langsung wondering. Soalnya menurutku Breaking Dawn itu novel nanggung, mau dibikin dalam satu film, nanti alurnya kecepetan dan pasti banyak adegan penting yang dipotong. Kalau dibikin dalam dua film, juga kebanyakan sebenernya. Dan beneran kan, alurnya jadi lambat banget. Banyak scene yang menurutku ga perlu tapi ditambah-tambahin.
Ketiga, soundtracknya jeleeekk. Mau yang berupa instrumental ataupun yang lagu beneran. Padahal yang di Eclipse aku bilang sih soundtracknya jempolan. Lalu yang keempat, jokes-nya gaada ngena, gaada yang bikin ketawa, bahkan yang bikin senyum pun seingetku gaada deh. Paling pol senyum hambar. Padahal di genre film apapun kan pasti ada dialog lucu-lucuannya. Disini ada sih, dan ketauan sebenernya itu maksudnya lelucon, tapi ga lucuuuuuu.
Satu-satunya scene yang cukup emosional disini yaitu pas Edwardnya marah sama Bella, karena Bella ngotot tetap mempertahankan bayi setengah vampirnya. Padahal mengandung bayi itu membuat Bella sekarat dan Edward ingin Bella mengaborsi kandungannya aja because he doesn't want to lose her. Sayang ya, padahal harusnya banyak konflik-konflik penting di novelnya tapi ga bisa digambarkan dengan bagus di filmnya. Satu lagi hal yang bikin aku mampu bertahan melek nonton film ini, apalagi dong ah kalau bukan gara-gara ayang Robert yang subhanallah ganteng banget. Banget banget banget. Si doi itu yah, bengong aja ganteng. Apalagi pas ketawaaaaa!! Tuhaaaaan!! Ganteng tak terperi. Gaada yang ngalahin deh!!
Okay, maybe except one. Whose smile is even way better than baby Edward's. Because given the choice between his smile and Edward's smile, even given the choice between his smile and anyone else's, I'll choose his. Everytime.
Satu-satunya orang yang lebih ganteng dari Edward Cullen *numpang galau*
Pertama, dialognya mentah, superfisial bangettt. Gaada bobot emosinya sama sekali. Adegan yang seharusnya sedih, bahagia, seru, jadi plain semua. Dan itu berlangsung terus sepanjang film, kecuali satu adegan (nanti yah eike jelasin). Kedua, alurnya lambat tiada terkira. Bahkan aku aja yang seorang twihards sejati sampe ngantuk nontoninnya. Sejak ada kabar kalau Breaking Dawn akan dibuat dalam dua bagian, aku langsung wondering. Soalnya menurutku Breaking Dawn itu novel nanggung, mau dibikin dalam satu film, nanti alurnya kecepetan dan pasti banyak adegan penting yang dipotong. Kalau dibikin dalam dua film, juga kebanyakan sebenernya. Dan beneran kan, alurnya jadi lambat banget. Banyak scene yang menurutku ga perlu tapi ditambah-tambahin.
Ketiga, soundtracknya jeleeekk. Mau yang berupa instrumental ataupun yang lagu beneran. Padahal yang di Eclipse aku bilang sih soundtracknya jempolan. Lalu yang keempat, jokes-nya gaada ngena, gaada yang bikin ketawa, bahkan yang bikin senyum pun seingetku gaada deh. Paling pol senyum hambar. Padahal di genre film apapun kan pasti ada dialog lucu-lucuannya. Disini ada sih, dan ketauan sebenernya itu maksudnya lelucon, tapi ga lucuuuuuu.
Satu-satunya scene yang cukup emosional disini yaitu pas Edwardnya marah sama Bella, karena Bella ngotot tetap mempertahankan bayi setengah vampirnya. Padahal mengandung bayi itu membuat Bella sekarat dan Edward ingin Bella mengaborsi kandungannya aja because he doesn't want to lose her. Sayang ya, padahal harusnya banyak konflik-konflik penting di novelnya tapi ga bisa digambarkan dengan bagus di filmnya. Satu lagi hal yang bikin aku mampu bertahan melek nonton film ini, apalagi dong ah kalau bukan gara-gara ayang Robert yang subhanallah ganteng banget. Banget banget banget. Si doi itu yah, bengong aja ganteng. Apalagi pas ketawaaaaa!! Tuhaaaaan!! Ganteng tak terperi. Gaada yang ngalahin deh!!
Okay, maybe except one. Whose smile is even way better than baby Edward's. Because given the choice between his smile and Edward's smile, even given the choice between his smile and anyone else's, I'll choose his. Everytime.
Satu-satunya orang yang lebih ganteng dari Edward Cullen *numpang galau*
Thursday, November 17, 2011
Dirawat Di RSGM-P? Siapa Takut!
Selama ini, masyarakat takut merawat diri di Rumah Sakit Pendidikan, terutama di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGM-P). Padahal menurut saya perawatan di RSGM-P sangat terjamin. Berikut ini akan saya jelaskan alasan-alasannya. Pertama akan saya jelaskan kekurangan perawatan di RSGM-P.
(pada tulisan ini, mahasiswa = dokter gigi muda yang sedang menjalani program profesi/internship, sedangkan dokter gigi = sudah menyelesaikan program profesi dan mendapat gelar drg).
1. Alasan terbesar kenapa masyarakat enggan dirawat di RSGM-P adalah takut dijadikan bahan percobaan atau ajang latihan bagi mahasiswa yang sedang internship. Alasan ini sangat dapat dimengerti karena memang ada kemungkinan seorang pasien menjadi pasien perdana bagi seorang mahasiswa. Menjadi pasien pertama yang dibur giginya,pasien pertama yang dibersihkan karang giginya, pertama kali mencabut gigi, dan lain sebagainya. Hal ini memang salah satu resiko yang harus dihadapi oleh pasien RSGM-P. Tapi nanti akan saya jelaskan mengapa hal ini tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan oleh masyarakat.
2. Masa perawatan di RSGM-P biasanya lebih lama daripada di dokter gigi pada umumnya. Misalnya membersihkan karang gigi, kalau di dokter gigi kurang lebih dalam 1 kali visit sudah selesai tapi di RSGM-P rata-rata membutuhkan waktu 2-3 kali visit. Begitu juga dengan perawatan lain seperti perawatan saluran akar, menambal gigi, membuat gigi tiruan, dan lain-lain biasanya membutuhkan berkali-kali visit. Hal ini sangat tidak praktis dan masyarakat kebanyakan merasa waktunya banyak terbuang. Akan tetapi jika dilihat dari sisi lain, poin ini malah akan menjadi poin plus dari perawatan di RSGM-P. Alasannya akan saya jelaskan berikutnya.
Sekarang mari kita lihat kelebihan yang didapatkan dari merawat diri di RSGM-P.
1. Karena RSGM-P adalah sebuat instansi yang digunakan untuk kepentingan pendidikan dan bertujuan untuk menghasilkan dokter gigi yang berkualitas terbaik, maka prosedur perawatan yang dijalankan bersifat idealis. Dimana setiap langkah perawatan yang dilakukan disesuaikan dengan teori dan Standard Operational Procedure (SOP) yang ada. Contohnya pada perawatan saluran akar. Mulai dari proses membuka saluran akar, menghitung panjang akar dengan foto rontgen (Diagnostic Wire Photo), sampai dengan pengisian saluran akar, benar-benar dilakukan sesuai dengan SOP yang ada di textbook kedokteran gigi. Sedangkan di dokter gigi, umumnya tidak melakukan sesuai dengan SOP, biasanya karena keterbatasan sarana. Misalnya karena tidak tersedianya alat foto rontgen di tempat praktek.
Atau pada perawatan pembersihan karang gigi, biasanya malah lebih bersih jika dibersihkan di RSGM-P daripada di dokter gigi swasta, karena biasanya dokter gigi menyesuaikan dengan keperluan pasien yang ingin menyelesaikan perawatan dalam 1 kali visit sehingga pembersihan karang gigi hanya pada bagian-bagian yang krusial saja. Sedangkan kalau di RSGM-P, mahasiswa harus benar-benar membersihkan karang gigi pada semua bagian karena menyesuaikan dengan SOP yang ada, sehingga untuk menyelesaikan perawatan memerlukan lebih dari 1 kali visit. Begitu pula dengan perawatan di bidang-bidang lain yang semuanya harus sesuai dengan idealis SOP. Inilah alasan mengapa perawatan di RSGM-P membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan dokter gigi swasta, bukan karena ketidakterampilan mahasiswa dalam melakukan perawatan, tapi karena tuntutan untuk mengerjakan perawatan benar-benar sesuai dengan SOP.
Pada poin ini saya tidak bermaksud menyatakan bahwa dokter gigi swasta tidak berkerja sesuai SOP. Tapi terkadang beberapa standar operasional yang tidak krusial tidak dikerjakan demi alasan kepraktisan pasien. Hal ini juga berhubungan erat dengan jam terbang seorang dokter gigi swasta yang jauh lebih banyak daripada mahasiswa sehingga seorang dokter gigi swasta dapat mempertimbangkan SOP yang mana yang dapat di-skip tanpa mengurangi keberhasilan perawatan yang dilakukan.
2. Sebelumnya saya menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir walaupun menjadi pasien perdana. Perawatan di RSGM-P FKG Unair relatif aman. Hal ini karena RSGM-P diback-up oleh dokter gigi - dokter gigi ahli terbaik sebagai dokter instruktur. Sebelum mengerjakan pasien, mahasiswa akan dites kompetensinya terlebih dahulu oleh dokter instruktur dan setelah lolos dari tes tersebut barulah mahasiswa diizinkan merawat pasien. Dan selama proses perawatannya pun mahasiswa akan terus diawasi dengan ketat oleh para dokter instruktur.
Contoh paling sederhana yaitu pada pencabutan gigi. Mahasiswa tidak boleh melakukan proses pencabutan apabila anestesi (obat bius) lokal tidak bekerja dengan baik dan pasien masih merasa sakit. Mahasiswa akan dikenakan sanksi berat jika membiarkan pasien kesakitan saat mencabut gigi. Begitu pula dengan perawatan di bidang lain, juga diawasi dengan ketat oleh dokter instruktur.
Dokter instruktur di RSGM-P FKG Unair adalah dokter gigi - dokter gigi ahli terbaik yang ada di Surabaya. RSGM-P FKG Unair seringkali menjadi rujukan dari dokter gigi swasta lain di Surabaya bahkan tidak jarang menerima rujukan dari luar kota Surabaya. Jadi apabila ada suatu kasus kompleks (misalnya tumor atau keganasan rongga mulut) dimana mahasiswa dinilai kompetensinya tidak mencukupi untuk menangani kasus tersebut, maka para dokter ahli inilah yang akan turun tangan menggantikan mahasiswa menangani kasus tersebut.
3. Alasan ketiga mengapa sebaiknya tidak perlu ragu merawat diri di RSGM-P adalah dari segi biaya perawatan. Jika dibandingkan dengan biaya perawatan di dokter gigi swasta, terlebih pada rumah sakit atau dokter gigi ternama, biaya perawatan di RSGM-P sangatlah murah. Karena biaya perawatan di RSGM-P benar-benar murni hanya sebagai biaya pengganti bahan perawatan, seperti bahan tambalan, bahan gigi tiruan, obat anestesi, dan lain sebagainya, sedangkan jasa dan tenaga mahasiswa tidak dikenakan biaya sama sekali.
Misalnya pada perawatan membersihkan karang gigi, di RSGM-P FKG Unair hanya dikenakan biaya sebesar Rp 15.000 (dengan alat manual) dan Rp 50.000 rupiah (dengan alat ultrasonic scaler) untuk rahang atas dan bawah sekaligus. Sedangkan pada dokter gigi swasta biaya pembersihan karang gigi bisa mencapai minimal Rp 200.000 per rahang. Kemudian biaya cabut gigi biasa, di RSGM-P FKG Unair biayanya hanya sebesar Rp 10.000 per gigi sedangkan di dokter gigi swasta bisa mencapai Rp 600.000 per gigi. Sama halnya dengan perawatan gigi yang lain, biaya yang harus dikeluarkan di dokter gigi swasta berkali-kali lipat lebih besar daripada perawatan di RSGM-P.
Begitu banyak kelebihan yang bisa didapatkan dari perawatan gigi di RSGM-P. Bagaimana? Apakah masih ragu untuk merawat kesehatan gigi dan mulut di RSGM-P?
(pada tulisan ini, mahasiswa = dokter gigi muda yang sedang menjalani program profesi/internship, sedangkan dokter gigi = sudah menyelesaikan program profesi dan mendapat gelar drg).
1. Alasan terbesar kenapa masyarakat enggan dirawat di RSGM-P adalah takut dijadikan bahan percobaan atau ajang latihan bagi mahasiswa yang sedang internship. Alasan ini sangat dapat dimengerti karena memang ada kemungkinan seorang pasien menjadi pasien perdana bagi seorang mahasiswa. Menjadi pasien pertama yang dibur giginya,pasien pertama yang dibersihkan karang giginya, pertama kali mencabut gigi, dan lain sebagainya. Hal ini memang salah satu resiko yang harus dihadapi oleh pasien RSGM-P. Tapi nanti akan saya jelaskan mengapa hal ini tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan oleh masyarakat.
2. Masa perawatan di RSGM-P biasanya lebih lama daripada di dokter gigi pada umumnya. Misalnya membersihkan karang gigi, kalau di dokter gigi kurang lebih dalam 1 kali visit sudah selesai tapi di RSGM-P rata-rata membutuhkan waktu 2-3 kali visit. Begitu juga dengan perawatan lain seperti perawatan saluran akar, menambal gigi, membuat gigi tiruan, dan lain-lain biasanya membutuhkan berkali-kali visit. Hal ini sangat tidak praktis dan masyarakat kebanyakan merasa waktunya banyak terbuang. Akan tetapi jika dilihat dari sisi lain, poin ini malah akan menjadi poin plus dari perawatan di RSGM-P. Alasannya akan saya jelaskan berikutnya.
Sekarang mari kita lihat kelebihan yang didapatkan dari merawat diri di RSGM-P.
1. Karena RSGM-P adalah sebuat instansi yang digunakan untuk kepentingan pendidikan dan bertujuan untuk menghasilkan dokter gigi yang berkualitas terbaik, maka prosedur perawatan yang dijalankan bersifat idealis. Dimana setiap langkah perawatan yang dilakukan disesuaikan dengan teori dan Standard Operational Procedure (SOP) yang ada. Contohnya pada perawatan saluran akar. Mulai dari proses membuka saluran akar, menghitung panjang akar dengan foto rontgen (Diagnostic Wire Photo), sampai dengan pengisian saluran akar, benar-benar dilakukan sesuai dengan SOP yang ada di textbook kedokteran gigi. Sedangkan di dokter gigi, umumnya tidak melakukan sesuai dengan SOP, biasanya karena keterbatasan sarana. Misalnya karena tidak tersedianya alat foto rontgen di tempat praktek.
Atau pada perawatan pembersihan karang gigi, biasanya malah lebih bersih jika dibersihkan di RSGM-P daripada di dokter gigi swasta, karena biasanya dokter gigi menyesuaikan dengan keperluan pasien yang ingin menyelesaikan perawatan dalam 1 kali visit sehingga pembersihan karang gigi hanya pada bagian-bagian yang krusial saja. Sedangkan kalau di RSGM-P, mahasiswa harus benar-benar membersihkan karang gigi pada semua bagian karena menyesuaikan dengan SOP yang ada, sehingga untuk menyelesaikan perawatan memerlukan lebih dari 1 kali visit. Begitu pula dengan perawatan di bidang-bidang lain yang semuanya harus sesuai dengan idealis SOP. Inilah alasan mengapa perawatan di RSGM-P membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan dokter gigi swasta, bukan karena ketidakterampilan mahasiswa dalam melakukan perawatan, tapi karena tuntutan untuk mengerjakan perawatan benar-benar sesuai dengan SOP.
Pada poin ini saya tidak bermaksud menyatakan bahwa dokter gigi swasta tidak berkerja sesuai SOP. Tapi terkadang beberapa standar operasional yang tidak krusial tidak dikerjakan demi alasan kepraktisan pasien. Hal ini juga berhubungan erat dengan jam terbang seorang dokter gigi swasta yang jauh lebih banyak daripada mahasiswa sehingga seorang dokter gigi swasta dapat mempertimbangkan SOP yang mana yang dapat di-skip tanpa mengurangi keberhasilan perawatan yang dilakukan.
2. Sebelumnya saya menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir walaupun menjadi pasien perdana. Perawatan di RSGM-P FKG Unair relatif aman. Hal ini karena RSGM-P diback-up oleh dokter gigi - dokter gigi ahli terbaik sebagai dokter instruktur. Sebelum mengerjakan pasien, mahasiswa akan dites kompetensinya terlebih dahulu oleh dokter instruktur dan setelah lolos dari tes tersebut barulah mahasiswa diizinkan merawat pasien. Dan selama proses perawatannya pun mahasiswa akan terus diawasi dengan ketat oleh para dokter instruktur.
Contoh paling sederhana yaitu pada pencabutan gigi. Mahasiswa tidak boleh melakukan proses pencabutan apabila anestesi (obat bius) lokal tidak bekerja dengan baik dan pasien masih merasa sakit. Mahasiswa akan dikenakan sanksi berat jika membiarkan pasien kesakitan saat mencabut gigi. Begitu pula dengan perawatan di bidang lain, juga diawasi dengan ketat oleh dokter instruktur.
Dokter instruktur di RSGM-P FKG Unair adalah dokter gigi - dokter gigi ahli terbaik yang ada di Surabaya. RSGM-P FKG Unair seringkali menjadi rujukan dari dokter gigi swasta lain di Surabaya bahkan tidak jarang menerima rujukan dari luar kota Surabaya. Jadi apabila ada suatu kasus kompleks (misalnya tumor atau keganasan rongga mulut) dimana mahasiswa dinilai kompetensinya tidak mencukupi untuk menangani kasus tersebut, maka para dokter ahli inilah yang akan turun tangan menggantikan mahasiswa menangani kasus tersebut.
3. Alasan ketiga mengapa sebaiknya tidak perlu ragu merawat diri di RSGM-P adalah dari segi biaya perawatan. Jika dibandingkan dengan biaya perawatan di dokter gigi swasta, terlebih pada rumah sakit atau dokter gigi ternama, biaya perawatan di RSGM-P sangatlah murah. Karena biaya perawatan di RSGM-P benar-benar murni hanya sebagai biaya pengganti bahan perawatan, seperti bahan tambalan, bahan gigi tiruan, obat anestesi, dan lain sebagainya, sedangkan jasa dan tenaga mahasiswa tidak dikenakan biaya sama sekali.
Misalnya pada perawatan membersihkan karang gigi, di RSGM-P FKG Unair hanya dikenakan biaya sebesar Rp 15.000 (dengan alat manual) dan Rp 50.000 rupiah (dengan alat ultrasonic scaler) untuk rahang atas dan bawah sekaligus. Sedangkan pada dokter gigi swasta biaya pembersihan karang gigi bisa mencapai minimal Rp 200.000 per rahang. Kemudian biaya cabut gigi biasa, di RSGM-P FKG Unair biayanya hanya sebesar Rp 10.000 per gigi sedangkan di dokter gigi swasta bisa mencapai Rp 600.000 per gigi. Sama halnya dengan perawatan gigi yang lain, biaya yang harus dikeluarkan di dokter gigi swasta berkali-kali lipat lebih besar daripada perawatan di RSGM-P.
Begitu banyak kelebihan yang bisa didapatkan dari perawatan gigi di RSGM-P. Bagaimana? Apakah masih ragu untuk merawat kesehatan gigi dan mulut di RSGM-P?
Monday, November 14, 2011
Tuesday, November 8, 2011
A Girl's Heart Breaks When She Lost Her Favorite Dress
Apa yang mendorongku pagi-pagi begini nulis blog? Because I lost my favorite dress huweeeeeeeeeeehhhh! Jadi biasanya aku yang pemalas ini, nyuciin baju di laundry. Tapi khusus buat baju dalem, baju yang aku butuh cepet kering karena mau segera aku pake lagi (baju-baju dilaundry biasanya balik sekitar 4 hari-an atau lebih), daaaan buat baju-baju yang aku kuatir kelunturan atau rusak kalo dicuciin dilaundry, biasanya aku cuci sendiri.
Dan waktu nyuci sendiri, ternyata baju kesayanganku kelunturaaaaaaaan!! Panik dan hilang akal, aku segera nyamber botol pemutih dan nuang setutup botolnya ke atas noda kelunturan itu. Kucek-kucek. Ga ilang. Tuang lagi. Kucek-kucek lagi. Ga ilang juga. Tuang lagi. Kucek-kucek frustasi. Kok ga ilang-ilang?? Tapiii, tunggu dulu. Kok motif bunga-bunganya jadi pudar gini yah? Uh-oh. Ternyata pemutih tadi bukannya ngilangin noda kelunturan tapi malah ngilangin motif bajunyaaaaaa!!! Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!
It's a pretty dress. White with colorful flowers all over it. It's the prettiest dress I ever had. Masi ga rela ini sebenernya. Berharap kejadian tadi hanya mimpi huhuu.
PS: Yang kepingin tau bajunya kaya apa, bajunya aku pake di avatar twitterku hikss
Dan waktu nyuci sendiri, ternyata baju kesayanganku kelunturaaaaaaaan!! Panik dan hilang akal, aku segera nyamber botol pemutih dan nuang setutup botolnya ke atas noda kelunturan itu. Kucek-kucek. Ga ilang. Tuang lagi. Kucek-kucek lagi. Ga ilang juga. Tuang lagi. Kucek-kucek frustasi. Kok ga ilang-ilang?? Tapiii, tunggu dulu. Kok motif bunga-bunganya jadi pudar gini yah? Uh-oh. Ternyata pemutih tadi bukannya ngilangin noda kelunturan tapi malah ngilangin motif bajunyaaaaaa!!! Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!
It's a pretty dress. White with colorful flowers all over it. It's the prettiest dress I ever had. Masi ga rela ini sebenernya. Berharap kejadian tadi hanya mimpi huhuu.
PS: Yang kepingin tau bajunya kaya apa, bajunya aku pake di avatar twitterku hikss
Saturday, October 22, 2011
A Real Human Being
Anybody watch Drive? Baguuuusss! Dibilang film action, tapi aksinya ga sebanyak itu juga. Dibilang film drama, tapi ada adegan berantem dan kebut-kebutan. Ternyata di wikipedia disebutnya crime drama film. Filmnya bisa menceritakan sesuatu yang kompleks dengan cara yang sederhana. Storytelling-nya bagus deh. Filmnya minim dialog, si Ryan Gosling yang ganteng jarang ngomong. Tapi katanya kan the Driver's meager dialogue is not designed to present him as tough, but to soften him. Gitu. Sayangnya banyak adegan kekerasan yang munculnya mendadak dan aku ga sempet tutup mata huhuu. Macem The Departed atau Sweeney Todd Demon Barber of The Fleet Street itu, yang darah kemana-mana. Ngeri abis. Dan pemilihan soundtracknya oke punya!
This song describes the movie perfectly. For all the things he did and went through, just for her and her boys safety, all to gain nothing, but lose everything. He is a real hero. Mengutip komennya splinter360 di youtube. Cannot agree more!
As Time Goes By
So. What inside my head.
1. Ada seorang teman yang lagi nyari kosan, cowok, yang belom pernah ngekos seumur hidupnya. Dan dia culture shock hahaa. Ternyata ga ngaruh yaa, mau cowok atau cewek pasti awal-awal ngekos hidupnya jadi menye-menye. Jadi inget, dulu hari-hari pertama jadi anak kosan, tiap malem kerjaannya nangis hihi. Ih apalagi pas bulan puasa! Pertama kali saur, sendirian, makan sambil nangis hahaahaha cupu abis. Udah mana aku ga betah dikosan yang lama, abisan gaada temen huhuu.
Kalo dikos sekarang betaaah! Walopun rumahnya kaya udah mau roboh, cat dindingnya ngelupas, langit-langitnya copot-copot, suka bocor kalo ujan, lumutan, voltage listriknya suka naik turun (ini semua serius lho, bukan becandaan), tapi teteeeeep, ini kosan paling jempolan, ever!! Hahahahaa. Soalnya orang-orangnya menyenangkaaaan! Mau kosannya megah kaya istana kalo penghuninya gaada yang ramah, gaakan deh kerasan disitu. Beneran. Ini sebenernya rumah kosanku udah mau direnov dari kira-kira 2 taunan lalu, tapi berhubung kita anak-anak kosan udah saling menyayangi kita ga mau berpisah dan pindah kosan. Udah deh mas Hepi (yang jaga kos), renovasinya kalo kita semua udah lulus aja yaaahh hihihii.
2. Akhir-akhir ini aku lagi sering baca buku-buku karya penulis Indonesia. Jarang-jarang nih. Satu-satunya buku karya penulis dalam negeri yang aku lumayan suka palingan cuman Ayat-ayat Cinta. Itu aja cuman lumayan aja sukanya. Raditya Dika, biasa aja. Lebih lucu blognya, tapi sekarang dese sepertinya udah ga nulis di blog lagi. Teenlit cuman satu aja yang suka, si Esti Kinasih. Itu aja tiga bukunya yang terakhir udah ga menarik lagi (apa aku yang udah ketuaan baca teenlit huhu). Dari dulu mau baca Andrea Hirata tapi ga kesampaian entah kenapa.
Saking niatnya pingin baca, aku nyampe nyeret si Laili ke Pasar Blauran, soalnya buku yang mau aku baca udah gaaada kalo nyari di toko buku di mall (mall, you failed me). Dan ternyata gaada aja dong buku yang aku cari. Di Pasar Blauran ternyata kebanyakan sedia buku-buku bajakan. Entah kenapa sedih ngeliatnya. Akhirnya karena nanggung, sekalianlah kita ke Jalan Semarang yang juga banyak jual buku secondhand. Itu kita sisir tiap toko (apa lapak? ato warung? au ah haha) dari ujung Jalan Semarang ke ujung satunya, gaada aja dong buku yang aku cariin. Pingin nangis rasanya. Tapi alhamdulilaaahh pas di toko terakhir, ada juga bukunyaaa! Walopun not exactly the book I wanted, tapi yasudahlah yah.
Dapetnya Chairil Anwar yang Aku Ini Binatang Jalang (iseng belinya). Yah walopun sebagian besar aku susah nangkep maksud sajaknya apa, harus dibaca beberapa kali. Tapi tetep ga ngerti deng hahahaha. Paling oke emang Krawang-Bekasi, soalnya yang paling gampang dimengerti hehe, tapi emang baguuuss banget kata-katanya. Bagian yang menarik di bagian penutup yang ditulis Sapardi Djoko Damono. Ih jadi kepingin baca karya beliau juga, tapi dimana yahh dapetnya huhuu.
Terus aku juga dapet Abdoel Moeis yang Salah Asuhan. Ih itu karya sastra paling tenar deh waktu SMA akhirnya sekarang aku baru bacaaaaa. Terus ada juga Hamka yang Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. Sebenernya ada Y.B Mangunwijaya yang Burung-Burung Manyar juga aku nemu! Eh tapi masa waktu mau aku beli, sama abang penjualnya ga boleh dibeli, gara-gara katanya dia belom selesai baca! Ihh susah juga beli sama abang kutu buku, huh! Aku juga sempet baca Genduk Duku-nya Y.B Mangunwijaya, tapi bukan punyaku, punya si Fita.
Dari buku-buku tersebut, semua temanya sama lho, berbau emansipasi wanita. Tentang cewek yang haknya masih dibawah cowok banget. Mau nikah aja udah ga bisa pilih-pilih, mau dinikahin sama bapak-bapak yang istrinya udah lusinan juga ga bisa berbuat apa-apa. Mau ini dilarang, mau itu dilarang juga. Pokoknya istri ke suami itu surga nunut neraka katut gitu. Jadi kagum sama tokoh-tokoh pejuang wanita di buku-buku itu. Dan jadi bersyukuuuuur banget hidup dijaman sekarang!
Dan satu lagi persamaan buku-buku tersebut, akhirnya ga happy ending. Gahh! Berlawanan banget sama anak lulusan Disney macam diriku yang happy ending oriented banget hihii. Sejauh ini sih favoritku Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk, baguuuss!
Hunting selanjutnya kepingin Y.B Mangunwijaya, Pramoedya Ananta Toer, Umar Kayam, Andrea Hirata, sama Seno Gumira Ajidarma!! *lupa sama Topazian, Peterson, dan Fragiskos hahah*
3. Karena Nguping Jakarta jarang update, aku lagi sering baca malesbanget.com ini. Lumayan lucu dan aku yakin pendiri (apa admin? apa sih istilahnya? au ah gelap) website ini adalah si ganteng Christian Sugiono! Bahkan aku curiga beberapa artikelnya si doi sendiri yang nulis. Salah satu artikelnya yang aku ketawa-ketawa bacanya ini. Biasanya aku ketakutan sama film horor, tapi yang ini malah ketawa hahahaa.
4. Baruuuu aja barusan nonton Ella Enchanted sama Green Lantern. Ella Enchanted aku nonton hanya karena Hugh Dancy, yang turned out this movie is horrible! Gila jelek banget filmnya parah hahaha. Green Lantern aku nonton juga cuma gara-gara Ryan Reynolds, yang ternyata filmya ngebosenin. The only cool thing in Green Lantern is the Ryan's eyes effect. Pupilnya jadi kecil gitu, entah kenapa jadi terasa makin ganteng, padahal doinya lagi pake topeng ijo.
5. Oh iyaa, akhir-akhir ini lagi sering dapet traktiran! Ditraktir sushi tei sama Della, makan dan karaoke sama mba Nisa, karaoke sama Muamar, Pizza Hut sama mamanya Inka, terus besokannya Pizza Hut lagi ditraktir Irma, makan di GM dibayarin Dandi. Tadi malah dua kali makan gratis, makan pasta dikasi Neneng sama kecipratan makan-makan syukuran lulus bendol ijo. Hihiii alhamdulilah yahh.
6. Satu lagi! Aku pernah cerita dulu pernah pusing gara-gara minum obat batuk Vicks. Nah, kemaren ini kejadian di Inka juga. Bahkan Inka sampe ada efek meracau gitu. Persis orang mabok. Karena penasaran akhirnya aku ngecek kandungan alkhohol di obat batuk Vicks. Dan ternyata kandungan alkhoholnya 10% lho! Pedahal nih setauku, kata Della, kandungan alkhohol di bir aja cuma 6-7%. Pantesaaan aku pusing, ternyata beneran ada efek tipsy gituuu hahahahaa gawat banget.
Hah udah jam dua nih? Buset giliran kemaren aja dipake buat belajar ujian profesi, mata ngantuuuuk banget dan nguap bolak-balik uhuuu.
1. Ada seorang teman yang lagi nyari kosan, cowok, yang belom pernah ngekos seumur hidupnya. Dan dia culture shock hahaa. Ternyata ga ngaruh yaa, mau cowok atau cewek pasti awal-awal ngekos hidupnya jadi menye-menye. Jadi inget, dulu hari-hari pertama jadi anak kosan, tiap malem kerjaannya nangis hihi. Ih apalagi pas bulan puasa! Pertama kali saur, sendirian, makan sambil nangis hahaahaha cupu abis. Udah mana aku ga betah dikosan yang lama, abisan gaada temen huhuu.
Kalo dikos sekarang betaaah! Walopun rumahnya kaya udah mau roboh, cat dindingnya ngelupas, langit-langitnya copot-copot, suka bocor kalo ujan, lumutan, voltage listriknya suka naik turun (ini semua serius lho, bukan becandaan), tapi teteeeeep, ini kosan paling jempolan, ever!! Hahahahaa. Soalnya orang-orangnya menyenangkaaaan! Mau kosannya megah kaya istana kalo penghuninya gaada yang ramah, gaakan deh kerasan disitu. Beneran. Ini sebenernya rumah kosanku udah mau direnov dari kira-kira 2 taunan lalu, tapi berhubung kita anak-anak kosan udah saling menyayangi kita ga mau berpisah dan pindah kosan. Udah deh mas Hepi (yang jaga kos), renovasinya kalo kita semua udah lulus aja yaaahh hihihii.
2. Akhir-akhir ini aku lagi sering baca buku-buku karya penulis Indonesia. Jarang-jarang nih. Satu-satunya buku karya penulis dalam negeri yang aku lumayan suka palingan cuman Ayat-ayat Cinta. Itu aja cuman lumayan aja sukanya. Raditya Dika, biasa aja. Lebih lucu blognya, tapi sekarang dese sepertinya udah ga nulis di blog lagi. Teenlit cuman satu aja yang suka, si Esti Kinasih. Itu aja tiga bukunya yang terakhir udah ga menarik lagi (apa aku yang udah ketuaan baca teenlit huhu). Dari dulu mau baca Andrea Hirata tapi ga kesampaian entah kenapa.
Saking niatnya pingin baca, aku nyampe nyeret si Laili ke Pasar Blauran, soalnya buku yang mau aku baca udah gaaada kalo nyari di toko buku di mall (mall, you failed me). Dan ternyata gaada aja dong buku yang aku cari. Di Pasar Blauran ternyata kebanyakan sedia buku-buku bajakan. Entah kenapa sedih ngeliatnya. Akhirnya karena nanggung, sekalianlah kita ke Jalan Semarang yang juga banyak jual buku secondhand. Itu kita sisir tiap toko (apa lapak? ato warung? au ah haha) dari ujung Jalan Semarang ke ujung satunya, gaada aja dong buku yang aku cariin. Pingin nangis rasanya. Tapi alhamdulilaaahh pas di toko terakhir, ada juga bukunyaaa! Walopun not exactly the book I wanted, tapi yasudahlah yah.
Dapetnya Chairil Anwar yang Aku Ini Binatang Jalang (iseng belinya). Yah walopun sebagian besar aku susah nangkep maksud sajaknya apa, harus dibaca beberapa kali. Tapi tetep ga ngerti deng hahahaha. Paling oke emang Krawang-Bekasi, soalnya yang paling gampang dimengerti hehe, tapi emang baguuuss banget kata-katanya. Bagian yang menarik di bagian penutup yang ditulis Sapardi Djoko Damono. Ih jadi kepingin baca karya beliau juga, tapi dimana yahh dapetnya huhuu.
Terus aku juga dapet Abdoel Moeis yang Salah Asuhan. Ih itu karya sastra paling tenar deh waktu SMA akhirnya sekarang aku baru bacaaaaa. Terus ada juga Hamka yang Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. Sebenernya ada Y.B Mangunwijaya yang Burung-Burung Manyar juga aku nemu! Eh tapi masa waktu mau aku beli, sama abang penjualnya ga boleh dibeli, gara-gara katanya dia belom selesai baca! Ihh susah juga beli sama abang kutu buku, huh! Aku juga sempet baca Genduk Duku-nya Y.B Mangunwijaya, tapi bukan punyaku, punya si Fita.
Dari buku-buku tersebut, semua temanya sama lho, berbau emansipasi wanita. Tentang cewek yang haknya masih dibawah cowok banget. Mau nikah aja udah ga bisa pilih-pilih, mau dinikahin sama bapak-bapak yang istrinya udah lusinan juga ga bisa berbuat apa-apa. Mau ini dilarang, mau itu dilarang juga. Pokoknya istri ke suami itu surga nunut neraka katut gitu. Jadi kagum sama tokoh-tokoh pejuang wanita di buku-buku itu. Dan jadi bersyukuuuuur banget hidup dijaman sekarang!
Dan satu lagi persamaan buku-buku tersebut, akhirnya ga happy ending. Gahh! Berlawanan banget sama anak lulusan Disney macam diriku yang happy ending oriented banget hihii. Sejauh ini sih favoritku Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk, baguuuss!
Hunting selanjutnya kepingin Y.B Mangunwijaya, Pramoedya Ananta Toer, Umar Kayam, Andrea Hirata, sama Seno Gumira Ajidarma!! *lupa sama Topazian, Peterson, dan Fragiskos hahah*
3. Karena Nguping Jakarta jarang update, aku lagi sering baca malesbanget.com ini. Lumayan lucu dan aku yakin pendiri (apa admin? apa sih istilahnya? au ah gelap) website ini adalah si ganteng Christian Sugiono! Bahkan aku curiga beberapa artikelnya si doi sendiri yang nulis. Salah satu artikelnya yang aku ketawa-ketawa bacanya ini. Biasanya aku ketakutan sama film horor, tapi yang ini malah ketawa hahahaa.
4. Baruuuu aja barusan nonton Ella Enchanted sama Green Lantern. Ella Enchanted aku nonton hanya karena Hugh Dancy, yang turned out this movie is horrible! Gila jelek banget filmnya parah hahaha. Green Lantern aku nonton juga cuma gara-gara Ryan Reynolds, yang ternyata filmya ngebosenin. The only cool thing in Green Lantern is the Ryan's eyes effect. Pupilnya jadi kecil gitu, entah kenapa jadi terasa makin ganteng, padahal doinya lagi pake topeng ijo.
5. Oh iyaa, akhir-akhir ini lagi sering dapet traktiran! Ditraktir sushi tei sama Della, makan dan karaoke sama mba Nisa, karaoke sama Muamar, Pizza Hut sama mamanya Inka, terus besokannya Pizza Hut lagi ditraktir Irma, makan di GM dibayarin Dandi. Tadi malah dua kali makan gratis, makan pasta dikasi Neneng sama kecipratan makan-makan syukuran lulus bendol ijo. Hihiii alhamdulilah yahh.
6. Satu lagi! Aku pernah cerita dulu pernah pusing gara-gara minum obat batuk Vicks. Nah, kemaren ini kejadian di Inka juga. Bahkan Inka sampe ada efek meracau gitu. Persis orang mabok. Karena penasaran akhirnya aku ngecek kandungan alkhohol di obat batuk Vicks. Dan ternyata kandungan alkhoholnya 10% lho! Pedahal nih setauku, kata Della, kandungan alkhohol di bir aja cuma 6-7%. Pantesaaan aku pusing, ternyata beneran ada efek tipsy gituuu hahahahaa gawat banget.
Hah udah jam dua nih? Buset giliran kemaren aja dipake buat belajar ujian profesi, mata ngantuuuuk banget dan nguap bolak-balik uhuuu.
Subscribe to:
Posts (Atom)
